Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 April 2022 | 18.11 WIB

Biaya Logistik Masih Mahal, Faisal Basri Pertanyakan Tol Laut Jokowi

Ekonom Faisal Basri - Image

Ekonom Faisal Basri

JawaPos.com - Sejumlah harga komoditas yang meningkat salah satunya dipengaruhi ongkos logistik yang masih mahal. Padahal, saat ini pemerintah juga tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur.

"Salah satu persoalan yang kita hadapi adalah persoalan logistik. Bicara logistik itu selalu ada kaitannya dengan infrastruktur. Lalu pembangunan infrastruktur yang masif ini efeknya kemana untuk merespons gejolak-gejolak ini?" kata ekonom senior Faisal Basri secara daring, Kamis (7/4).

Ia menjelaskan bahwa biaya logistik nasional menyumbang 22 persen dari produk domestik bruto (PDB) dalam negeri. Angka tersebut begitu besar yang dapat menyebabkan pembengkakan harga komoditas yang diangkut.

"Nah apakah logistik turun gara-gara dibangun infastruktur, iya sangat tidak (turun). Karena apa? Karena logistik cost itu yang tinggi karena sekitar 70 persen barang-barang di Indonesia diangkut pakai angkutan darat," tutur dia.

Sementara, kata dia, angkutan darat itu 10 kali lebih mahal dibanding angkutan laut. Dirinya pun mempertanyakan proyek yang pernah diusung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni tol laut untuk efisiensi biaya angkutan logistik.

"Jadi, Pak Jokowi sudah lupa dia pernah mendeklarasikan tol laut, Poros Maritim, dan segala macam, tapi tidak ada yang dilakukan dan salah konsep juga. Tapi itu lah yang terjadi. Jadi jalan tol dikebut, pelabuhan jarang yang diurusi selain Patimban," imbuhnya.

Sementara itu, pelabuhan lainnya seakan tidak dilirik. Artinya, tidak ada pengerukan untuk perluasan pelabuhan, alhasil hanya kapal-kapal kecil yang bisa berlabuh di pelabuhan.

"Kalau hanya kapal-kapal kecil yang bisa sandar maka ongkosnya juga lebih mahal. Jadi infrastruktur tidak nendang," ucapnya.

Faisal pun mengkritik istilah tersebut. "Saya mau mulai dari istilah jangan lah membuat istilah yang menyesatkan. Tol laut kan karena pikirannya darat, pikiran (tol) darat itu di bawa ke laut. Di laut itu, semua jalan tol Pak Jokowi, tidak ada polisi tidur, tidak perlu pakai semen, tidak perlu pakai aspal, semua jalan tol (laut) begitu," tandas dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore