
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta
JawaPos.com - Taipan Prajogo Pangestu kembali menambah kepemilikan saham di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar 6.813.400 lembar saham atau setara 0,038 persen dari total saham yang dimiliki perusahaan sebesar 17.833.520.260 saham.
"Bapak Prajogo Pangestu menambah kembali kepemilikan saham TPIA sebesar 6.813.400 lembar saham. Kira-kira sekitar 0,038 persen dari total saham yang dimiliki perusahaan," kata Direktur Chandra Asri Petrochemical Chandra Asri Suryandi dalam keterangan resminya, Senin (7/9).
Mengintip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini saham TPIA dimiliki publik sebesar 1.382.177.530 lembar saham atau setara 7,75 persen dari total saham yang dimiliki oleh perusahaan. "Ini komitmen Prajogo Pangestu dalam meningkatkan rasa kepercayaan kepada investor pasar saham, dengan cara menambah kepemilikan saham yang dilakukan ini," ujarnya.
Suryandi melanjutkan, langkah ini juga dijalankan demi memberi dorongan operasional yang kuat, agar kinerja anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini meraih hasil yang positif ditengah masa pandemi Covid-19.
Seperti diketahui, saham TPIA banyak dimiliki oleh Barito Pacific Tbk sebesar 7.469.417.600 lembar saham atau 41,88 persen dari total saham yang dimiliki oleh perusahaan, sebesar 5.451.715.305 lembar saham atau setara 30,57 persen dimiliki oleh SCG Chemicals Company Limited, sebesar 2.683.398.895 lembar saham atau 15,05 persen dimiliki oleh Prajogo Pangestu.
Sebesar 846.810.930 lembar saham atau setara 4,75 persen dimiliki oleh Marigold Resources Pte, sebesar 1.382.177.530 lembar saham atau setara 7,75 persen dimiliki oleh publik, sebesar 30.560.600 lembar saham atau setara 0,17 persen dimiliki oleh Erwin Ciputra, sebesar 82.500 atau setara 0 persen dimiliki oleh Fransiskus Ruly Aryawan, dan sebesar 243.775 lembar saham atau setara 0 persen dimiliki oleh Lim Chong Thian.
Suryandi menambahkan, manajemen Chandra Asri optimis bisnis petrokimia akan meningkat di semester II-2020. Hal itu terlihat dari peningkatan aktivitas industri khususnya di Tiongkok dan NEA yang mengarah pada penguatan permintaan polymer.
"Faktor ini ditambah pengurangan harga naphtha yang sejalan dengan penurunan nilai minyak mentah yang telah meningkatkan spread polymer sebesar 20-30 persen, ke tingkat laba pertengahan siklus industri pada Juni 2020," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vo6CStrwCic

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
