alexametrics

Misbakhun Sebut Secara Teknikal Indonesia Sudah Masuk Resesi

6 Agustus 2020, 20:51:29 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memandang sebenarnya Indonesia telah mengalami resesi secara teknikal. Sebab, kontraksi ekonomi telah terjadi sejak kuartal-IV 2019.

“Jadi, secara teknikal quarter-to-quarter (qtq) itu kita sudah dalam posisi negatif,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Kamis (6/8).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal-IV 2019 tercatat mengalami kontraksi 1,74 persen qtq. Kontraksi ekonomi berlanjut pada kuartal-I 2020 sebesar 2,41 persen qtq.

Kemudian, pada kuartal-II 2020 kontraksinya sebesar 4,19 qtq. Secara tahunan, atau year-on-year (yoy) kontraksinya sebesar 5,32 persen.

Misbakhun mengatakan, yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi situasi saat ini adalah dengan mendorong konsumsi rumah tangga. Sebab, kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga.

“Kalau kita lihat dari apa yang disampaikan oleh BPS kemarin, itu ada faktor yang sangat mendasar yang perlu dilakukan upaya yang lebih serius oleh pemerintah, upaya yang lebih serius yaitu (mengatasi) turunnya konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.

PE qtq
Laju pertumbuhan triwulanan (qtq) ekonomi Indonesia. (sumber BPS)

Misbakhun juga mengingatkan pemerintah untuk mengevaluasi lagi, apakah stimulus penanganan Covid-19 dapat mendorong pulihnya konsumsi masyarakat. “Kalau kita punya pertumbuhan sekitar 5 persen konsumsinya mungkin sekitar 3,5 persen (andilnya),” kata Misbakhun.

Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga pada kuartal-II 2020 mengalami kontraksi 5,51 persen yoy. Penurunan konsumsi rumah tangga cukup dalam, sebab pada kurtal-II 2019 lalu masih tumbuh 5,18 persen yoy.

Kontraksi konsumsi rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi keseluruhan sebab dalam struktur PDB, kelompok pengeluaran ini memberikan andil hingga 57,85 persen. Hampir seluruh komponen dalam konsumsi rumah tangga terkontraksi kecuali perumahan dan perlengkapan rumah tangga yang masih tumbuh 2,36 persen yoy, serta kesehatan dan pendidikan yang masih tumbuh 2,02 persen yoy.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads