
Photo
JawaPos.com - Disadari atau tidak, berbagai macam barang baik elektrik maupun non elektrik di lingkungan sekitar adalah barang dari proses impor. Sebut saja televisi, handphone, tas, busana, peralatan dapur, sparepart mobil, dan banyak lagi.
Kegiatan impor sendiri merupakan salah satu solusi bagi pegiat bisnis untuk dapat bersaing di perkembangan pasar domestik maupun global yang berubah-ubah. Tiongkok adalah salah satu negara tujuan impor yang sangat populer di Indonesia karena memiliki bahan baku yang sangat murah, sehingga para pengusaha dapat memaksimalkan keuntungan demi perkembangan bisnisnya.
Masalahnya, cukup banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk melakukan proses impor karena beberapa kendala teknis. Mulai dari banyaknya dokumen yang diperlukan, sampai kesulitan dalam berbahasa asing.
"Kesusahan dalam impor menjadi kekhawatiran terbesar bagi masyarakat yang ingin memulai berbisnis impor. Kami memberikan layanan untuk memudahkan pengusaha barang impor dengan menangani percakapan bahasa asing dengan supplier, pembayaran mata uang asing, pembelian, dan pembuatan dokumen yang diperlukan," ujar Kristian Oktavio selaku owner layanan impor barang Tiongkok, Sunindo Cargo dalam keterangan resminya, Sabtu (5/11).
Kristian mengatakan, untuk mempermudah customer, perusahaannya yang berkantor di Kota Semarang, Jawa Tengah itu memberikan akses kemudahan biaya all in, seperti pajak, bea cukai, dan sebagainya. Customer, kata Kristian, juga tidak perlu mengurus dokumen.
"Customer hanya perlu membayar dan menunggu barang sampai ke tujuan," ujar Kristian yang juga menyebutkan bahwa pihaknya juga memberikan konsultasi gratis terkait pencarian barang, prediksi pasar, negosiasi supplier, pembayaran barang, pengiriman barang, dan pengurusan dokumen impor.
Kristian menerangkan, perusahaannya memiliki fitur website untuk live tracking keadaan barang yang diimpor agar customer bisa melihat keberadaan barang yang dibeli serta estimasi kedatangan barang. "Dengan demikian, customer dapat mendapat proses impor yang aman dan nyaman," ujarnya.
Lebih dari itu, Kristian memaparkan, kemudahan yang diberikan juga merupakan upaya dari memberikan solusi bagi masyarakat yang berkeinginan menjual barang impor di pasar lokal dengan keuntungan yang besar.
"Impor juga menjadi jawaban dari masyarakat untuk mendapatkan barang yang sedang trend di pasar internasional. Kami tentunya berharap masyarakat bisa terbantu dengan layanan yang kami berikan, sehingga mereka dapat menjual produk yang memiliki potensi penjualan bagus, berkaca dari pasar internasional," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
