Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2019 | 23.12 WIB

Sri Mulyani Klaim Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Perekonomian Global

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok.Hendra Eka/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok.Hendra Eka/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim posisi nilai tukar rupiah Indonesia selama dua tahun terakhir masih terbilang stabil. Di tengah kondisi perekonomian global yang terus mengalami tekanan, laju depresiasi nilai tukar mata uang Indonesia berhasil diredam sekitar 6,9 persen sampai tahun ini.

Sebagaimana diketahui, tahun 2018 bisa dibilang merupakan tahun terberat untuk pelemahan nilai tukar rupiah. Pada awal tahun, nilai tukar rupiah dibuka dikisaran Rp 13.289 per USD. Namun 10 bulan setelah itu, nilai tukar terus melemah sampai ke level terendah sebesar Rp 15.200 per USD pada Oktober 2018.

Sri Mulyani menyatakan bahwa kondisi nilai tukar rupiah saat ini jauh lebih stabil menjadi Rp 14.247 USD dengan tingkat terdepresiasi sekitar 6,9 persen jika dibandingkan dengan posisi rata-rata pada tahun 2017 sebesar Rp 13.384 per dolar AS. Hal tersebut berkat sinergi yang dilakukan pemerintah dengan institusi moneter yang berjalan kuat.

Photo

Ilustrasi  tempat penukaran mata uang asing di Money Changer (Dok.JawaPos.com)

"Akhirnya stabilitas nilai tukar rupiah dapat dijaga pada kisaran Rp 14.247 per USD," kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna penyampaian RUU P2APBN TA 2018 bersama DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/7).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, tingkat depresiasi nilai tukar rupiah tersebut jauh lebih baik dibanding negara-negara lainnya. Bahkan negara berkembang dari negara Eropa sekalipun.

"Tingkat depresiasi tersebut masih Iebih rendah jika dibandingkan dengan mata uang Iainnya di negara-negara berkembang seperti Turki, Argentina, dan Brazil," tuturnya.

Di sisi lain, menurut dia, realisasi rata-rata tingkat suku bunga SPN 3 bulan pada 2018 sebesar 5,0 persen juga lebih baik sebesar 0,2 persen dari target APBN. Sebab tahun itu, pemerintah menargetkan dikisaran 5,2 persen.

"Lelang SPN 3 Bulan sepanjang tahun 2018 masih mendapatkan minat yang besar dari investor, walaupun maraknya aksi jual oleh investor asing," tukasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore