alexametrics

Erick Thohir: Pak Presiden Bisiki Saya Agar BSI Bisa Sebagus Logonya

4 Februari 2021, 11:55:25 WIB

JawaPos.com – Menteri Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat berpesan kepadanya agar kinerja bank syariah terbesar yang baru saja diresmikan, yaitu PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk (BRIS) bisa sebagus logonya. Pesan itu dia dengar langsung dari Presiden Jokowi saat peresmian BSI.

“Bapak Presiden pada saat meluncurkan (BSI) bisiki saya, Pak Menteri logonya bagus, tapi (saya) titip usahanya juga harus bagus,” ujarnya dalam acara Debut Bank Syariah Indonesia secara virtual, pada Kamis (4/2).

Erick membeberkan, sejak awal pembentukan BSI, dirinya dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo telah merencanakan strategi bisnisnya. Pihaknya tak ingin pembentukan BSI ini sekadar penggabungan tiga bank syariah milik BUMN.

Menurutnya, bank syariah raksasa ini harus mampu bersaing dengan bank konvensional lainnya, baik dalam negeri maupun luar negeri. “Jangan kita menambah bank lagi di BUMN, tetapi strateginya, komitmennya tidak jelas,” ucapnya.

Dengan demikian, Erick pun berpesan pada manajemen BSI untuk terus menjaga amanah yang diberikan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah, serta berkontribusi pada negara. Erick menambahkan, BSI harus memastikan dapat memberikan keberpihakan dan kesetaraan pada semua pangsa pasar.

“Kita mengharapkan juga ada BUMN yang go global. Tidak mengakuisisi tapi juga persaingan di skala global,” ungkapnya.

Sebagai informasi, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi beroperasi mulai Senin (1/2) setelah melakukan proses merger tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri.

Pasca merger, komposisi pemegang saham pada BSI adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.

BSI akan memiliki aset mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun pasca-legal merger terlaksana. Jumlah aset dan modal inti tersebut menempatkan Bank Hasil Penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads