Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juni 2022 | 01.05 WIB

Pembangunan Sistem Air Minun di Labuan Bajo Dipercepat

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mengecek penanganan banjir rob dan tanggul laut jebol di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (25/5) petang. Wisnu Adhi/Antara - Image

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mengecek penanganan banjir rob dan tanggul laut jebol di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (25/5) petang. Wisnu Adhi/Antara

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan percepatan pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Di samping mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, sejumlah infrastruktur untuk kesejahteraan warga setempat juga dilakukan.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN/DPSP direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Salah satu infrastruktur yang dibangun untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar Labuan Bajo yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II dengan kapasitas 2x50 liter per detik. Kehadiran SPAM ini akan mencukupi kebutuhan air bersih untuk warga Kota Labuan Bajo.

Proyek yang mulai dikerjakan pada November 2020 ini telah selesai pada awal 2022. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan intake air baku, jaringan perpipaan transmisi air baku, sistem pengolahan air bersih dan reservoir distribusi. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Amarta Karya dengan nilai kontrak Rp 105,05 miliar.

Sumber air berasal dari Sungai Wae Mese dan akan dialirkan ke Reservoir Wae Mata yang berkapasitas 2.000 m3 untuk melayani lima reservoir, yaitu Reservoar Bappeda, Golokoe, Firdaus, Gua Cermin dan DPRD. SPAM Wae Mese II melengkapi SPAM Wae Mese yang sebelumnya telah dibangun dengan kapasitas 40 liter/detik.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan, pembangunan ini bukan hanya untuk menyediakan air di bangunan yang telah dibangun, tetapi manfaatnya juga harus dirasakan masyarakat setempat.

“Yang harus kita pahami, air di Provinsi NTT ini kan sulit. Maka itu, selain untuk kawasan wisata kita juga bangunkan untuk masyarakat,” tandasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore