Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juni 2022 | 00.27 WIB

Orang-orang Rela Antre Beli Mobil Meski Inden Panjang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Permintaan mobil masih meningkat. Buktinya, antrean pesanan kendaraan roda empat bertambah meski suplai terkendala. Diler utama pun berupaya agar proyeksi penjualan tak lagi direvisi akibat hambatan suplai.

Wendy Miharja, marketing and after-sales service director Honda Surabaya Center (HSC), diler utama wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, menyebutkan bahwa inden saat ini tercatat sudah mencapai 2.015 unit. Angka itu sudah naik jika dibandingkan dengan awal April sebesar 1.800 unit.

"Ini bukan berarti kami tidak mengantar unit sama sekali. Tapi, kecepatan delivery kami tidak bisa mengimbangi permintaan konsumen," paparnya di sela-sela pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 di Surabaya Rabu (1/6).

Sebagian besar pesanan yang masuk antrean tahun ini merupakan produk city car, Honda Brio. Angka inden yang belum terlayani mencapai 800 unit. Untuk HR-V, inden tercatat 400 unit.

Wendy mengungkapkan, hampir semua pesanan unit baru harus menunggu 2–4 bulan. Sampai saat ini, pihaknya belum mengalami pembatalan pemesanan karena waktu tunggu terlalu lama.

Menurut dia, suplai produk merupakan satu-satunya faktor yang menghambat pertumbuhan industri otomotif tahun ini. Penyebabnya, komponen semikonduktor terbatas sehingga pabrikan otomotif membatasi suplai ke diler.

Hingga saat ini, HSC sudah dua kali merevisi target penjualan 2022. Awalnya, target penjualan tahun ini mencapai 21 ribu unit.

Namun, proyeksi tersebut dipangkas menjadi 19 ribu kendaraan. Terakhir, target penjualan harus turun ke 18.300 unit.

"Bukan karena tidak ada pembeli. Tapi, pabrikan memang meminta kami mengurangi karena kuotanya menurun," jelasnya.

Saat membuka pameran, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyatakan, semakin tingginya permintaan mobil di Jatim menandakan fasilitas infrastruktur di provinsi itu makin baik. Dia menegaskan bahwa potensi Jatim dengan 40 juta penduduk sangat besar. Karena itu, Emil berharap pergelaran pemeran otomotif semakin banyak.

"Apalagi, industri otomotif merupakan salah satu kontributor untuk pendapatan provinsi dari pajak kendaraan dan bea balik nama," ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore