
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kesepakatan dagang tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat resmi diteken. Ada faktor kedekatan personal antara Presiden RI dan Presiden AS yang disebut berperan penting dalam penandatanganan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan, hubungan erat kedua kepala negara menjadi salah satu kunci mulusnya proses perundingan hingga tahap penandatanganan.
“Saya juga ingin menambahkan bahwa perjanjian ART ini yang tadi ditandatangani oleh kedua pemimpin negara ini menunjukkan bahwa dekatnya hubungan antara Bapak Presiden Prabowo dengan Bapak Presiden Trump,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2).
Tak hanya dekat, menurut Airlangga, apresiasi terhadap Presiden Prabowo juga disampaikan Trump dalam pembukaan KTT Board of Peace (BOP). Hal itu semakin menegaskan posisi strategis Indonesia dalam hubungan bilateral tersebut.
Terlebih, kedekatan itu telah membuat ART tak sekedar perjanjian dagang, tetapi naik satu level menjadi perjanjian investasi.
“Dalam pembukaan acara BOP juga disebut hal yang mengapresiasi Pak Presiden Prabowo sehingga dengan kedekatan kedua negara ini perjanjian ART menjadi satu level dan juga perjanjian ART ini tidak murni ART trade tetapi juga investasi,” tutur Airlangga.
Mantan Ketua Umum Parta Golkar ini juga menekankan, banyak negara lain yang perjanjian serupa tidak ditandatangani langsung oleh kepala negara, melainkan cukup di level menteri. Namun untuk Indonesia, penandatanganan dilakukan langsung oleh presiden masing-masing negara.
“Banyak negara juga yang perjanjian ini tidak ditandatangani oleh kepala negara tetapi di level menteri. Jadi khusus mengenai Indonesia, apalagi hari ini kita ketahui jumlah kepala negara yang hadir juga banyak, tetapi yang diberikan kesempatan untuk berbicara mengenai agreement dan bilateral hanya Presiden Indonesia, Presiden Prabowo,” tegasnya.
Ia menilai momentum tersebut menjadi catatan penting dalam diplomasi ekonomi Indonesia. Apalagi, proses finalisasi dokumen berlangsung intens hingga malam hari.
“Saya pikir ini menjadi catatan penting dan tadi kami juga rapatnya dengan USTR jam 7 malam. Jadi memang mereka menunggu sampai malam untuk kita bisa bersama-sama membicarakan dan menyelesaikan seluruh dokumentasi yang diperlukan,” pungkas Airlangga.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
