
Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku sudah melakukan langkah-langkah promosi untuk membuat aspek bisnis di Bandara Internasional Jawa Barat (BJIB) Kertajati meningkat. Hal ini disampaikan berkenaan dengan keluhan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) soal beratnya biaya operasional bandara tersebut.
Dirjen Penerbangan Udara Kemenhub Lukman S. Laisa menegaskan bahwa pihaknya memahami beban biaya operasional yang saat ini ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengelola Bandara Kertajati.
"Untuk hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk pengembangan Bandara Kertajati," ucapnya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Kamis (8/1).
"Termasuk dengan Pemerintah Daerah dan operator bandara," sambung Lukman.
Selain itu, Lukman mengaku telah berlaku secara aktif mempromosikan Bandara Kertajati kepada maskapai-maskapai agar mau membuka rute penerbangan di bandara yang diresmikan Presiden ke-7 Joko Widodo itu.
"(Kami) secara aktif memasarkan Bandar Udara Kertajati kepada maskapai penerbangan agar membuka dan mengembangkan rute penerbangan dari dan menuju Kertajati," ungkap Lukman.
Hanya saja, diketahui bahwa hingga saat ini hanya ada satu rute penerbangan yang dilayani Bandara Kertajati menuju Singapura.
Selain itu, rencananya secara perdana akan ada penerbangan umrah ke Tanah Suci pada Februari 2026 mendatang.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menilai pembiayaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati terus menjadi beban berat bagi APBD karena tidak memberikan manfaat ekonomi yang sebanding. Hal itu mendorongnya untuk bertukar pengelolaan Bandara Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara kepada Pemerintah Pusat.
Pemprov Jabar harus rutin mengucurkan anggaran hingga sekitar Rp 100 miliar per tahun hanya untuk operasional bandara tersebut tanpa hasil komersial yang signifikan.
Menurut KDM, dana sebesar itu justru tersedot untuk membiayai operasional dan manajemen, termasuk gaji, tanpa menghasilkan keuntungan nyata bagi daerah.
“Kita membiayai sesuatu yang tidak menghasilkan apa-apa. Padahal bandara itu lembaga bisnis penerbangan,” katanya dalam kanal YouTube-nya, dikutip Rabu (7/1).
Ia mengungkapkan, selama ini upaya menghidupkan Kertajati dilakukan dengan berbagai cara, termasuk mendorong penerbangan umrah dan mengajak maskapai seperti Garuda Indonesia untuk terbang dari Kertajati. Namun, langkah-langkah tersebut dinilai tidak sehat secara bisnis karena bergantung pada pengerahan aparatur sipil negara (ASN) sebagai penumpang.
“Saya jujur saja, walaupun nama dan gambar saya dipasang untuk promosi, saya tidak setuju ASN diwajibkan terbang dari Kertajati. Pola seperti itu tidak akan melahirkan benefit komersial,” tegasnya.
KDM menilai APBD Jawa Barat seharusnya digunakan untuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan untuk membiayai proyek yang bersifat mercusuar tetapi minim hasil.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
