
Harga emas Antam melonjak, keuntungan jual emas semakin menguntungkan bagi pemiliknya. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Harga emas resmi mencetak sejarah dengan menembus level USD 4.400 per ons pada awal pekan ini. Lonjakan fantastis ini menempatkan logam mulia sebagai primadona investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang kian memanas.
Tidak main-main, sepanjang tahun ini saja harga emas sudah meroket lebih dari 70 persen. Pada perdagangan Senin sore, emas bahkan sempat menyentuh titik tertinggi di level USD 4.477 per ons sebelum stabil di kisaran USD 4.475.
Mengapa Harga Emas Naik Gila-gilaan?
Dikutip dari CBS News, Kamis (25/12), kenaikan ini bukan tanpa alasan. Para investor kini berbondong-bondong mengamankan kekayaan mereka ke aset safe haven. Ketegangan geopolitik yang tak kunjung usai menjadi bahan bakar utama yang memicu reli panjang ini.
Selain konflik internasional, fenomena currency debasement trade kembali muncul. Investor mulai meragukan nilai mata uang fiat dan memilih memindahkan dana mereka ke emas untuk menghindari penurunan daya beli.
Kekuatan emas sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa investor masih melihat logam mulia sebagai aset strategis jangka menengah hingga panjang.
Efek Suku Bunga Fed dan Borong Emas Bank Sentral
Kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberi angin segar. Keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga membuat daya tarik emas semakin tak tertandingi karena sifatnya yang tidak memberikan bunga (non-yielding).
Tak hanya investor ritel, bank sentral dunia pun ikut "berperang" mengoleksi emas. Berdasarkan data World Gold Council, pembelian emas oleh otoritas moneter hingga Oktober telah mencapai 254 ton. Negara-negara di Eropa Timur tercatat sebagai salah satu pembeli yang agresif guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Perak Tak Mau Kalah, Ikut Meroket 130 Persen
Fenomena "demam logam mulia" ternyata menular ke perak. Harga perak melonjak tajam hingga menyentuh USD 69 per ons, atau naik lebih dari 130 persen sejak awal tahun.
Berbeda dengan emas, perak mendapat dorongan ganda dari permintaan industri teknologi dan energi terbarukan. Meski lebih volatil, perak kini menjadi alternatif investasi yang sangat menjanjikan bagi mereka yang berani mengambil risiko lebih tinggi.
Ramalan Harga Emas 2026: Terus Naik atau Merosot?
Meski saat ini sedang berada di atas angin, para ahli mulai memberikan peringatan untuk tahun 2026. Capital Economics memprediksi harga emas berpotensi terkoreksi hingga ke level USD 3.500 per ons pada akhir 2026 jika aksi spekulasi pasar mulai mereda.
Namun, banyak analis lain tetap optimistis. Selama tren suku bunga rendah dan pelemahan dolar AS berlanjut, emas diprediksi akan tetap menjadi raja aset pelindung nilai dalam portofolio investor global.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
