Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Mei 2023 | 14.33 WIB

Pasokan Menurun di Tengah Meningkatnya Permintaan, Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis 1 Persen

Ilustrasi. Penambangan minyak mentah di laut Indonesia. - Image

Ilustrasi. Penambangan minyak mentah di laut Indonesia.

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia naik tipis 1 persen pada Senin (22/5) seiring dengan kenaikan bensin berjangka Amerika Serikat (AS) dan perkiraan permintaan minyak akan meningkat pada paruh kedua tahun ini. Sementara pasokan dari Kanada dan OPEC+ menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Meski begitu, harga minyak tertahan oleh dolar yang lebih kuat dan karena pasar menunggu berita tentang pembicaraan plafon utang AS.

Mengutip Reuters, Brent berjangka untuk pengiriman Juli naik 41 sen atau 0,5 persen menjadi menetap di USD 75,99 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik 44 sen atau 0,6 persen menjadi menetap pada harga USD 71,99 per barel. Sedangkan untuk kontrak Juli tercatat naik 0,5 persen menjadi menetap di USD 72,05.

Bensin berjangka AS sebagai penggerak harga terbesar, naik 2,8 persen ke level tertinggi satu bulan menjadi USD 2,6489 per gallon.

"Bensin mendorong kenaikan harga minyak hari ini dengan mendekati hari libur Memorial Day," analis di perusahaan konsultan energi Ritterbusch and Associates mengatakan dalam sebuah catatan.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan tentang kekurangan minyak yang membayangi pada paruh kedua tahun ini. Hal ini terjadi ketika permintaan diperkirakan akan melampaui pasokan hampir 2 juta barel per hari (bpd), kata badan yang berbasis di Paris itu dalam laporan terbarunya.

Seorang eksekutif senior di Vitol mengatakan Asia akan memimpin pertumbuhan permintaan minyak sekitar 2 juta barel per hari pada paruh kedua tahun ini, peningkatan yang berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan dan menaikkan harga.

Pekan lalu, kedua tolak ukur minyak naik sekitar 2 persen dalam kenaikan mingguan pertama dalam lima tahun setelah kebakaran hutan menutup pasokan minyak mentah dalam jumlah besar di Alberta, Kanada.

Dampak pemotongan produksi sukarela oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, juga terasa setelah berlaku bulan ini.

Total ekspor produk minyak mentah dan minyak dari OPEC+ anjlok 1,7 juta barel per hari pada 16 Mei, kata JP Morgan, menambahkan bahwa ekspor minyak Rusia kemungkinan akan turun pada akhir Mei.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore