
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan segera lakukan penangkapan besar penyelundup. (Nurul F/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa kebijakannya yang meminta Kementerian/Lembaga (K/L) hingga pemerintah daerah (Pemda) untuk segera menggenjot belanja telah direstui oleh Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu alasannya, kata Purbaya, belanja yang digenjot tak lain agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih cepat pada Kuartal atau Triwulan IV-2025.
"Saya pernah bilang ke beliau Saya akan memastikan belanjanya tepat waktu. Dia bilang go ahead aja jalan Kenapa? Karena kita perlu ekonomi yang lebih cepat di triwulan keempat tahun ini," kata Purbaya saat ditemui Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (27/10).
Kendati begitu, Purbaya mengklaim bahwa perbaikan arah ekonomi sudah mulai kelihatan di akhir Kuartal III-2025 ini. Itu sebabnya ia optimistis ke depan, ekonomi RI akan menjadi lebih baik.
"Udah mulai kelihatan kan. saya harus harapkan kedepan lebih baik lagi," tambahnya.
Selain itu, Purbaya juga memastikan segala kebijakan yang diucapkannya tidak untuk menyampuri urusan rumah setiap Kementerian hingga Pemda. Hanya saja, bendahara negara ini meminta agar setiap anggaran bisa segera diserap, karena jika tidak ada biaya juga yang akan ditanggung pemerintah pusat.
"Saya tidak mencampuri kebijakan mereka ya tapi memastikan bahwa penyerapan anggarannya tepat. Karena uangnya kan ada biayanya untuk saya, ada costnya," tukasnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan belanja negara hingga akhir September 2025 mencapai Rp 2.234,8 triliun. Angka ini tercatat 63,4 persen dari target yang ditetapkan dalam outlook sebesar Rp 3.527,5 triliun.
Secara rinci, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa belanja negara ini terdiri dari Rp 1.589,9 triliun belanja pemerintah pusat. Dimana di dalamnya sudah termasuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 800,9 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 789 triliun.
Di sisi lain, realisasi dana Transfer ke Daerah (TKD) tercatat sebesar Rp 644,9 triliun. Atau sebesar 74,6 persen dari outlook yang ditetapkan sebesar Rp 864,1 triliun. Meski begitu, Suahasil menyoroti terkait perlunya percepatan belanja menjelang akhir tahun 2025 ini, terlebih tinggal tersisa tiga bulan lagi.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa percepatan belanja pemerintah perlu dilakukan. Pasalnya, percepatan itu akan sejalan dengan upaya untuk menjaga daya beli masyarakat hingga menggenjot pertumbuhan ekonomi RI.
"Selain itu juga perlu dilakukan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan penting untuk pertumbuhan ekonomi kita. Karena itu saya akan mulai menguraikan bahwa yang namanya belanja negara harus segera kita lakukan percepatan belanja," lanjutnya.
Secara rinci, Suahasil menyampaikan bahwa belanja K/L sudah terbelanjakan Rp 800,9 triliun. Sehingga masih ada Rp 475 triliun lagi yang harus dibelanjakan di Kuartal IV-2025 ini. "Ini juga kita dorong kementerian, lembaga untuk mempercepat belanja dengan tetap memperhatikan seluruh tata kelola dan efisiensi dari kegiatan," jelasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
