
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak di Tanjung Priok untuk memastikan tidak ada barang ilegal. (IG MenkeuRI)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (13/10). Dalam sidak tersebut, bendahara negara ini memeriksa salah satu kontainer milik perusahaan asal Tiongkok yang berisi 560 bag vitamin untuk campuran pakan ternak dengan total berat 14 ton dan nilai barang mencapai Rp 1,24 miliar.
Pengecekan ini langsung dilakukan Purbaya pada jalur hijau kepabeanan guna memastikan tak ada barang impor ilegal atau sengaja diselundupkan. "Saya cuma cek aja pengen tahu hijau itu hijau bener atau nggak. Jangan-jangan hijaunya di dalamnya merah," ujar Purbaya saat sidak.
"Tapi nggak semuanya dicek. Jangan sampai jalur hijau jadi tempat orang nyelundupin barang yang nggak harusnya lewat jalur hijau," tambahnya.
Purbaya juga memastikan pemeriksaan dilakukan sesuai ketentuan. Ia menyebut, barang yang diperiksa kali ini tidak menunjukkan masalah dari sisi jumlah maupun berat. Namun, sampel barang tetap dikirim ke laboratorium untuk memastikan kesesuaian isi dengan dokumen impor.
"Dari jumlahnya, beratnya segala macam, nggak ada masalah. Cuma nanti lagi dicek di lab, sama enggak dengan barang yang disebutin ini. Harus karantina atau enggak? Kalau enggak harus karantina, menurut saya enggak harus karantina, yaudah. Tapi kalau harus karantina, dikarantina sesuai dengan peraturan," jelasnya.
Ke depan, Purbaya berencana untuk rutin melakukan sidak ke berbagai titik masuknya barang impor. "Kalau lagi enggak ada kerjaan (akan lakukan sidak), tapi saya akan lebih rutin," ujar Purbaya.
Di sisi lain, bendahara ini pun mengaku akan membuka saluran pengaduan langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin melaporkan kendala di lapangan terkait Bea Cukai maupun Pajak.
"Laporan itu susah. Kadang-kadang betul, kadang-kadang salah. Tapi saya akan ini, buka channel langsung ke Menteri. Jadi, mereka bisa ngadu ke situ yaitu untuk Bea Cukai dan Pajak. Dua nomor handphone, nomor WA terpisah mungkin. Mungkin besok akan saya launch itu," tukasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
