Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Oktober 2025 | 13.16 WIB

3 Cara Mengatur Uang Belanja agar Tetap Hemat di Bulan Oktober 2025, Waspada Terjebak Promo 10.10!

Ilustrasi cara atur uang belanja agar hemat (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bulan Oktober seringkali menjadi periode kritis bagi kesehatan finansial. Di satu sisi, ada kebutuhan rutin bulanan yang harus dipenuhi, di sisi lain, godaan besar menanti. 

Banyak godaan di Oktober 2025 mulai dari promo 10.10 di aplikasi belanja online sampai pusat belanja dan perencanaan liburan akhir tahun yang semakin dekat. 

Tanpa strategi yang jelas, gaji bisa habis tak bersisa. Namun, ada langkah-langkah mengenai cara mengatur uang belanja secara cerdas di bulan Oktober 2025. Mulai dari memprioritaskan utang, memisahkan dana darurat, hingga tips cerdas menghindari jebakan diskon besar.

Berikut ini cara mengatur uang belanja biar hemat di bulan Oktober 2025, agar tidak boros dan boncos apalagi terjebak promo 10.10, dikutip dari kanal YouTube @Gudang_cuan-An:

1. Melakukan Budgeting 

Budgeting adalah peta jalan keuangan yang tujuannya untuk memperkirakan pengeluaran di masa yang akan datang setidaknya dalam satu bulan. Tanpa budgeting, ada kemungkinan berperilaku boros dan uang bisa habis di tengah bulan, lalu bikin panik karena tidak lagi memiliki uang di sampai akhir bulan.

Melakukan budgeting, membantu untuk mengontrol keuangan dan berpikir dua kali sebelum berbelanja, serta mampu membedakan secara tegas antara kebutuhan dan keinginan.

Sebelum membuat rencana baru, selalu evaluasi pengeluaran bulan September, hal ini berfungsi sebagai perbaikan untuk menentukan pos mana yang harus dihemat atau ditambah.

2. Menentukan Prioritas Anggaran

Langkah pertama dalam menentukan prioritas anggaran adalah menetapkan total pemasukan (income) dan utang di awal bulan. 

Setelah itu, segera sisihkan dana utang dan pisahkan dari kebutuhan rumah tangga. Hal ini dilakukan ketika utang jatuh tempo uang sudah tersedia dan tidak terpakai kebutuhan rumah. 

Prioritaskan kebutuhan rutin yang wajib dikeluarkan di awal bulan, alokasikan dana untuk tabungan dan investasi terlebih dahulu.

Setelah itu, pastikan dana untuk kebutuhan pokok seperti sewa/cicilan, listrik, internet, transportasi, dan belanja mingguan sudah aman. Kebutuhan rutin lain, seperti les anak atau pulsa, juga harus dialokasikan agar tidak keteteran.

Setelah kebutuhan rutin terpenuhi, barulah alokasikan untuk gaya hidup, seperti nongkrong, ngopi, atau hiburan. Proporsi hiburan ini penting untuk kesehatan mental, tetapi porsinya tidak boleh melebihi pengeluaran kebutuhan pokok. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore