Ilustrasi cara atur uang belanja agar hemat (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bulan Oktober seringkali menjadi periode kritis bagi kesehatan finansial. Di satu sisi, ada kebutuhan rutin bulanan yang harus dipenuhi, di sisi lain, godaan besar menanti.
Banyak godaan di Oktober 2025 mulai dari promo 10.10 di aplikasi belanja online sampai pusat belanja dan perencanaan liburan akhir tahun yang semakin dekat.
Tanpa strategi yang jelas, gaji bisa habis tak bersisa. Namun, ada langkah-langkah mengenai cara mengatur uang belanja secara cerdas di bulan Oktober 2025. Mulai dari memprioritaskan utang, memisahkan dana darurat, hingga tips cerdas menghindari jebakan diskon besar.
Berikut ini cara mengatur uang belanja biar hemat di bulan Oktober 2025, agar tidak boros dan boncos apalagi terjebak promo 10.10, dikutip dari kanal YouTube @Gudang_cuan-An:
1. Melakukan Budgeting
Budgeting adalah peta jalan keuangan yang tujuannya untuk memperkirakan pengeluaran di masa yang akan datang setidaknya dalam satu bulan. Tanpa budgeting, ada kemungkinan berperilaku boros dan uang bisa habis di tengah bulan, lalu bikin panik karena tidak lagi memiliki uang di sampai akhir bulan.
Melakukan budgeting, membantu untuk mengontrol keuangan dan berpikir dua kali sebelum berbelanja, serta mampu membedakan secara tegas antara kebutuhan dan keinginan.
Sebelum membuat rencana baru, selalu evaluasi pengeluaran bulan September, hal ini berfungsi sebagai perbaikan untuk menentukan pos mana yang harus dihemat atau ditambah.
2. Menentukan Prioritas Anggaran
Langkah pertama dalam menentukan prioritas anggaran adalah menetapkan total pemasukan (income) dan utang di awal bulan.
Setelah itu, segera sisihkan dana utang dan pisahkan dari kebutuhan rumah tangga. Hal ini dilakukan ketika utang jatuh tempo uang sudah tersedia dan tidak terpakai kebutuhan rumah.
Prioritaskan kebutuhan rutin yang wajib dikeluarkan di awal bulan, alokasikan dana untuk tabungan dan investasi terlebih dahulu.
Setelah itu, pastikan dana untuk kebutuhan pokok seperti sewa/cicilan, listrik, internet, transportasi, dan belanja mingguan sudah aman. Kebutuhan rutin lain, seperti les anak atau pulsa, juga harus dialokasikan agar tidak keteteran.
Setelah kebutuhan rutin terpenuhi, barulah alokasikan untuk gaya hidup, seperti nongkrong, ngopi, atau hiburan. Proporsi hiburan ini penting untuk kesehatan mental, tetapi porsinya tidak boleh melebihi pengeluaran kebutuhan pokok.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
