Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa).
JawaPos.com - Hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Tiongkok semakin erat. Kerjasama kedua negara, diabadikan lewat film dokumenter Telling China’s Story. Dalam musim terbarunya, film ini menceritakan tentang Indonesia.
Banyak tokoh yang masuk dalam film dokumenter tersebut. Seperti Chen Qingquan, akademisi Akademi Teknik Tiongkok kelahiran Indonesia. Selain itu juga ada Kepala Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan.
Dalam film dokumenter yang diproduksi Shenzhen Media Group itu, Luhut mengatakan kolaborasi riset dan teknologi antara Indonesia dengan Tiongkok membuka peluang luas bagi generasi muda. Secara khusus dia mengapresiasi keterbukaan Tiongkok yang tidak hanya menyediakan teknologi. Tetapi juga kesempatan riset bagi generasi muda Indonesia.
Menurut Luhut, persahabatan kedua negara tumbuh semakin erat. Melalui kerja sama yang nyata dan bermanfaat. Dia berharap hubungan persahabatan Indonesia dengan Tiongkok ke depan bisa semakin membawa kesejahteraan untuk rakyat kedua negara.
Episode perdana musim terbaru Telling China’s Story menyoroti pemulihan ekosistem laut di Makassar dan Pulau Bangka melalui proyek Marine Ranching. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi universitas Tiongkok dan Indonesia sejak 2021.
Proyek tersebut menebar terumbu buatan dan benih ikan untuk menghidupkan kembali kehidupan bawah laut yang sempat terancam akibat polusi dan penangkapan berlebih. Kini, bintang laut, belut laut, dan teripang kembali menghuni perairan Pulau Bonetambung. Sehingga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Kevin, salah satu penonton yang menyaksikan penayangan perdana Telling China's Story menilai bahwa dokumenter itu memberikan perspektif baru tentang dinamika hubungan kedua negara.
"Telling China's Story bukan sekadar dokumenter biasa," kata Kevin dalam keterangannya, Jumat (26/9).
Karena menampilkan bukti konkret bagaimana kerja sama Tiongkok dan Indonesia membuahkan hasil nyata. Seperti proyek Marine Ranching yang berhasil memulihkan ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Saya juga baru tahu bahwa pada 2024, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai 147,8 miliar dolar AS," jelasnya.
Selain itu, Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 12 tahun berturut-turut. Angka itu menunjukkan bahwa kemitraan kedua negara tidak berhenti di meja diplomasi. Tetapi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemutar film dokumenter Telling China’s Story musim terbaru, juga bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Tiongkok–Indonesia. Kemudian bertepatan dengan momen 70 tahun Konferensi Asia–Afrika di Bandung. Melalui tayangan dokumenter itu, Kevin mengaku bisa melihat bagaimana kolaborasi dua negara tumbuh berkembang besar.
"Serta dapat menjadi teladan di tingkat global dan menunjukkan kekuatan solidaritas Global South," tambahnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
