Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Trian Yunanda. (Nurul F/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan pentingnya pengawasan dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Salah satu pengawasan yang dilakukan dengan mewajibkan setiap KNMP untuk memasang kamera pengawas atau CCTV.
Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya KKP sekaligus Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Trian Yunanda, menyampaikan bahwa pengawasan menjadi bagian utama dalam proyek ini.
“Jadi ya ini pengawasan salah satu menjadi bagian utama, kita sudah berkontrak untuk 65 lokasi. Tentunya kita harus mengejar target waktu sampai dengan akhir tahun ini bisa terbangun semua,” ujarnya saat media visit ke Graha Pena Jawa Pos Jakarta, Rabu (24/9).
Menurutnya, KKP sudah menyiapkan langkah-langkah formal dan prosedural untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Bahkan, pihaknya turut membentuk tim khusus guna mengawasi pembangunannya.
“Paling tidak langkah-langkah yang sifatnya formal, prosedural kita lakukan. Seperti ada konsultan pengawasan, kemudian juga kita membentuk tim tugas khusus di sini yang melakukan pengawasan di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, Trian mengungkapkan pengawasan juga dilakukan secara intensif melalui media komunikasi. Bahkan ia mengaku, dirinya pun sudah masuk ke dalam 65 grup WhatsApp KNMP yang sedang dalam proses pembangunan itu.
“Jadi saya punya WhatsApp group, ada 65 WhatsApp group, setiap hari ada komunikasi yang intens. Bila diperlukan-perlukan koreksi terkait dengan perencanaan yang ada,” paparnya.
Ia menambahkan, pemasangan CCTV menjadi bagian dari sistem monitoring yang lebih terintegrasi. Adapun hingga hari ini sudah ada tiga CCTV yang sudah terkoneksi dan ditargetkan bisa sudah terhubung semua pada pekan ini.
“Kami juga nanti mewajibkan adanya CCTV di setiap tempat. CCTV ini sekarang sudah berproses, sudah ada tiga yang terkoneksi dan kita harap di minggu ini bisa tuntas semua,” ungkapnya.
Dengan adanya CCTV, Trian menilai bahwa pembangunan bisa dipantau langsung dari pusat, bahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. “Nanti itu pembangunannya bisa dimonitor langsung dari pusat. Pak Menteri sendiri saya kira nanti bisa melakukan monitoring, sudah sejauh mana,” kata Trian.
Lebih lanjut, KKP juga turut menggandeng Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) untuk ikut melakukan pengawasan. Pengawasan berlapis ini, menurut Trian, penting untuk mengantisipasi potensi masalah dalam pembangunan.
“Sehingga apabila ada potensi-potensi AGHT, ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, ini bisa secara dini kita mencarikan solusi-solusi,” pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
