Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 23.59 WIB

Perdana Hadiri APBN KiTA, Menkeu Purbaya Sebut APBN Defisit Rp 321,6 Triliun Per Agustus 2025

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara perdana hadiri Konferensi Pers APBN KiTA untuk memaparkan realisasi pendapatan dan belanja negara yang digelar rutin bulanan, Senin (22/9). - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara perdana hadiri Konferensi Pers APBN KiTA untuk memaparkan realisasi pendapatan dan belanja negara yang digelar rutin bulanan, Senin (22/9).

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara perdana hadiri Konferensi Pers APBN KiTA untuk memaparkan realisasi pendapatan dan belanja negara yang digelar rutin bulanan, Senin (22/9).

Menkeu Purbaya menyampaikan hingga Agustus 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp 1.638,7 triliun atau 57,2 persen terhadap outlook. Sedangkan belanja negara mencapai Rp 1.960,3 triliun, atau 55,6 persen terhadap outlook.

"Defisit APBN Rp 321,6 triliun atau 1,35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), keseimbangan primer masih Rp 22 triliun," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantornya, Senin (22/9).

Lebih lanjut, Purbaya membeberkan bahwa seharusnya keseimbangan primer hingga akhir tahun akan negatif. Pasalnya, masih ada sejumlah belanja pemerintah yang masih harus digenjot.

"Jadi kalau lihat dari sini sih harusnya kan negatif, keseimbangan primer sampai akhir tahun. Jadi masih ada ini indikasinya adalah masih ada belanja pemerintah yang mesti dipercepat lagi supaya keseimbangan primernya sesuai dengan desain waktu kita buat anggaran untuk tahun 2025 ini," bebernya.

Di sisi lain, dari sisi pendapatan negara hingga 31 Agustus 2025 teratat sebesar Rp 1.638,7 triliun. Sementara untuk belanja negara telah mencapai Rp 1.960,3 triliun. Untuk diketahui, defisit APBN adalah selisih kurang antara pendapatan negara dan belanja negara dalam tahun anggaran yang sama.

Sementara itu, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Mei 2025 tercatat defisit sebesar Rp 21 triliun (0,09 persen) terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Menteri Keuangan yang saat itu menjabat, yakni Sri Mulyani Indrawati memastikan  defisit yang tercatat pada Mei 2025 ini masih jauh dari target sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024 tentang APBN Tahun Anggaran 2025.

Adapun postur APBN hingga 31 Mei 2025, tercatat pendapatan negara mencapai Rp 995,3 triliun. Artinya, Pemerintah sudah mengumpulkan 33,1 persen dari target pendapatan tahun ini.

Kemudian, pajak terkumpul Rp 683,3 triliun (31,2 persen) dari target tahun 2025. Bea dan cukai  mengumpulkan Rp 122,9 triliun (40,7 persen) dari target tahun ini. PNBP sebesar Rp188,7 triliun atau 36,7 persen dari APBN.

Sumber foto: Salman Toyibi/Jawa Pos

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore