Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 15.15 WIB

Lebih dari Sekadar Camilan Anak-Anak: Mengintip Dinamika Ekonomi Jajanan SD

Jajanan SD Telur Gulung. (Jajanan Pergikuliner.com) - Image

Jajanan SD Telur Gulung. (Jajanan Pergikuliner.com)

JawaPos.com – Siapa yang tidak punya kenangan dengan jajanan SD? Dari telur gulung, es cekek, cilok isi kornet, sampai keripik pedas, semua punya daya tarik tersendiri. Bagi anak-anak, jajanan sekolah bukan sekadar pengganjal perut di jam istirahat, tapi juga pengalaman pertama mengelola uang saku. Dari sinilah, pelajaran ekonomi kecil-kecilan sebenarnya dimulai.

Penelitian Snacks, Nudges, and Asymmetric Peer Influence yang dipublikasikan dalam scholar.ui.ac.id menemukan bahwa pilihan anak untuk jajan sering dipengaruhi oleh teman sebaya. Misalnya, ketika satu anak membeli jajanan tertentu, ada kemungkinan besar temannya ikut membeli produk serupa. Fenomena ini menunjukkan adanya pengaruh sosial dalam pengambilan keputusan ekonomi, bahkan sejak usia dini. Artinya, perilaku jajan di sekolah bisa menjadi cerminan bagaimana masyarakat secara umum mengikuti tren konsumsi.

Di sisi lain, kita juga tidak boleh melupakan peran pedagang jajanan sekolah. Laporan Informal Economy Monitoring Study dari WIEGO menyoroti bagaimana pedagang kaki lima, termasuk penjual makanan di sekolah, memiliki peran vital dalam menyediakan lapangan kerja sekaligus akses pangan murah bagi masyarakat. Meski sering dianggap sektor informal, usaha mereka adalah roda ekonomi yang nyata, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

Bayangkan, dengan modal terbatas, penjual cilok atau telur bisa mengatur strategi agar tetap untung. Mereka harus pandai membaca permintaan anak-anak, menentukan harga yang pas, hingga mengelola bahan baku agar tidak rugi. Di sinilah pelajaran ekonomi nyata terlihat, yakni konsep supply-demand, efisiensi, dan adaptasi pasar hadir dalam bentuk paling sederhana.

Tak hanya berpengaruh bagi orang dewasa, menariknya, anak-anak sebagai konsumen kecil juga belajar mengambil keputusan finansial. Apakah uang jajannya akan dihabiskan untuk sekali jajan, atau diatur agar cukup sampai pulang sekolah? Di sinilah peran orang tua penting untuk mengenalkan konsep menabung dan mengatur uang sejak dini, karena jika tidak, anak cenderung terbawa arus teman atau tergoda jajanan yang sedang tren.

Lebih jauh lagi, interaksi antara pedagang dan anak-anak di kantin atau depan sekolah adalah simulasi pasar mini. Anak belajar bahwa uang punya nilai tukar, bahwa harga bisa berbeda-beda tergantung jenis produk, bahkan bahwa ada tawar-menawar meski dalam bentuk sederhana. Hal-hal ini, meski tampak sepele, sebenarnya membentuk pemahaman ekonomi dasar yang akan terbawa hingga dewasa.

Penelitian WIEGO juga menekankan bahwa keberadaan pedagang kecil ini sering kali terpinggirkan dalam kebijakan formal, padahal mereka justru membantu ekonomi keluarga dan masyarakat. Jika dihubungkan dengan jajanan SD, jelas terlihat bahwa transaksi sederhana ini punya efek domino, yakni anak belajar mengatur uang, pedagang memperoleh penghasilan, dan komunitas sekolah tetap hidup dengan interaksi sosial yang hangat.

Pada akhirnya, jajanan SD bukan hanya urusan nostalgia atau camilan murah meriah. Lebih dari itu, ada ilmu ekonomi yang bisa dipetik dari aktivitas sederhana ini tentang bagaimana manusia membuat keputusan finansial, bagaimana pasar bekerja, dan bagaimana sektor informal menopang kehidupan sehari-hari.

Pedagang kecil berjuang dengan modal terbatas, anak-anak belajar arti nilai uang, dan komunitas sekolah tercipta dari interaksi sederhana di depan gerobak. Semua itu menunjukkan bahwa dari tempat paling sederhana, pelajaran besar tentang ekonomi dan kebersamaan bisa tumbuh secara menyenangkan dan penuh makna. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore