
ILUSTRASI. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (istimewa)
JawaPos.com - Kontribusi Tiongkok dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia terbilang cukup masif. Melalui skema kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP), investasi dari Negeri Tirai Bambu tidak hanya membawa modal. Tapi juga teknologi dan jaringan rantai pasok (supply chain) yang mendukung akselerasi industri strategis nasional.
Director of Tiongkok-Indonesia and Indonesia-Middle East and North Africa Center of Economic and Law Studies (Celios) Muhammad Zulfikar Rakhmat menyatakan, KEK Batang sudah ada memorandum of understanding (MoU) bersama Tiongkok dengan nilai investasi tembus Rp 60 triliun di tahap awal. Ada pula KEK di Bintan yang juga merupakan dua dari tiga kawasan TCTP.
Menurut dia, peran Tiongkok sangat terlihat dalam perekonomian tanah air. Terutama sektor hilirisasi nikel, manufaktur, dan proyek infrastruktur seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). "Jadi Tiongkok bukan cuma bawa modal, tapi juga teknologi, supply chain, dan lain-lain. Cuma memang, data spesifik kontribusi Tiongkok di 25 KEK itu belum ada yang terbuka detailnya," terang Zulfikar kepada Jawa Pos, Jumat (12/9).
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, arah kerja sama Indonesia-Tiongkok dinilai semakin strategis. Fokus ke sektor perdagangan, investasi, teknologi, dan supply chain. Sejumlah MoU terbaru juga telah disepakati dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang yang mengarah pada pengembangan kawasan industri baru.
"Mau bikin kawasan ala 'Shenzhen'-nya Indonesia," ujar alumnus University of Manchester itu.
Meski demikian, Zulfikar mengingatkan, bahwa transformasi ini perlu diiringi dengan tata kelola yang kuat, transfer teknologi, hingga kepentingan nasional. "Arahnya pragmatis. Tapi harus lebih ketat agar manfaat buat Indonesia maksimal," imbuhnya.
Berdasarkan data semester I 2025, total investasi Tiongkok ke Indonesia tercatat USD 3,6 miliar. Menurun 8 persen dibandingkan semester I tahun lalu. Porsi PMA secara keseluruhan sebesar Rp 432,6 triliun. Dengan kontribusi terbesar di sektor hilirisasi mencapai Rp 280,8 triliun.
"Tiongkok sebagai penyumbang sekitar 13,2 persen dari total PMA ke Indonesia," terangnya.
Dia menekankan, volume investasi yang besar tidak serta-merta menjamin manfaat maksimal jika tidak dibarengi kebijakan yang melindungi kepentingan lokal. Tantangan klasik seperti minimnya serapan tenaga kerja lokal, lemahnya transfer teknologi, dampak lingkungan, serta potensi ketergantungan terhadap satu negara masih menjadi isu yang relevan. "Jangan sampai ketergantungan," tegasnya.
Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso menyampaikan, realisasi KEK hingga 30 Juni 2025 secara kumulatif mencapai Rp 294,4 triliun. Jumlah tersebut tersebar di 25 KEK di berbagai daerah. Dengan fokus sektor industri, manufaktur, digital, pariwisata dan kesehatan, serta jasa lainnya seperti Maintenance Repair Overhaul (MRO).
"Dengan tambahan investasi Rp 40,48 triliun sepanjang semester I 2025, didominasi oleh KEK sektor industri pengolahan dan manufaktur seperti KEK Gresik, Galang Batang, Kendal, Tanjung Sauh, dan Sei Mangkei," terang Susi.
KEK berhasil menyerap 28.094 tenaga kerja atau 56,4 persen dari target tahun ini. Menambah total penyerapan tenaga kerja menjadi 187.376 orang dengan 442 pelaku usaha. Didominasi oleh KEK Gresik, Industropolis Batang, Kendal, Nongsa, dan Mandalika.
Dari sisi perdagangan, beberapa KEK seperti Sei Mangkei, Palu, Bitung, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Kendal, dan Gresik turut memperkuat daya saing ekspor. Dengan kontribusi sebesar Rp 20,33 triliun hingga pertengahan 2025. Ini membuktikan kebijakan hilirisasi dan pengembangan KEK berhasil menarik investasi global, memperkuat ekspor, serta membuka peluang besar bagi tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
"Di KEK Gresik, PT Freeport Indonesia meresmikan pabrik smelter terbesar di dunia. Fasilitas ini tidak hanya memperkuat industri tembaga nasional, tetapi juga menghasilkan emas hingga 52 ton per tahun dari hasil pengolahan 6.000 ton lumpur anoda," bebernya.
Pemerintah bakal menetapkan 6 KEK baru. Namun masih menunggu persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). Salah satu KEK Halal Sidoarjo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
