JawaPos.com - Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI baru dianggap bisa berdampak positif, terutama dalam peningkatan ekonomi nasional. Kekuatan ekonomi Indonesia dinilai bisa semakin kuat.
Chief Economist Juwai IQI Shan Saeed mengatakan, keputusan Presiden Prabowo Subianto dinilai mampu menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru di kawasan ASEAN. Efek jangka panjangnya bisa membuat perekonomian semakin meningkat.
“Indonesia berada di persimpangan ekonomi yang penting. Di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, negara ini memiliki peluang untuk membangun narasi pertumbuhan baru, yang menegaskan perannya sebagai kekuatan baru ASEAN sekaligus menandakan kematangan ekonomi jangka panjang kepada pasar modal global,” ujar Shan dalam keterangannya, Rabu (10/9).
Menurutnya, kombinasi antara ambisi kebijakan dan reformasi struktural yang ditawarkan Purbaya mampu memicu siklus positif berupa aliran investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan pendapatan rumah tangga.
Purbaya dianggap memiliki komitmen yang jelas untuk mendorong sinergi antara investasi publik dan swasta, membuka jalur baru bagi ekspansi infrastruktur, inovasi teknologi, serta transisi hijau.
“Orientasi kebijakan ini selaras dengan harapan investor global yang mencari peluang pertumbuhan berskala besar, berkelanjutan, dan berdurasi panjang di pasar negara berkembang,” jelasnya.
Lebih jauh, Shan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan berada di kisaran 4,8 hingga 5,5 persen, dengan dukungan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan dan stabilitas makroekonomi yang terjaga. Situasi ini bisa memancing penguatan investasi jangka panjang.
“Bagi investor jangka panjang, transisi hari ini pada akhirnya bisa dikenang bukan sebagai sumber gangguan, melainkan sebagai titik balik konstruktif dalam perjalanan naik ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
Ia menilai pemilihan Purbaya sebagai Menkeu selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk menghadirkan tata kelola ekonomi yang lebih kuat, kredibel, dan adaptif terhadap tantangan global. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam rantai nilai regional serta global.
“Kedekatannya dengan Presiden Prabowo memastikan tingkat koherensi kebijakan yang tinggi antara strategi fiskal dan prioritas eksekutif di level makro. Keselarasan ini meminimalkan gesekan kebijakan, mempercepat realisasi program, dan memperkuat kepercayaan pasar, terutama ketika reformasi sosial dan ekonomi yang ambisius dilaksanakan secara bersamaan,” tandss Shan.