
KCIC merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan pengibaran bendera, promo tiket, dan nuansa nasionalisme di kereta Whoosh. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan masih mencatat kerugian mencapai hampir Rp 1 triliun dalam investasi yang dikucurkan untuk operasional Kereta Cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung pada semester I 2025. Untuk diketahui, PT KAI menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Joint Venture PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bersama dengan 3 BUMN lain, yakni PT Wijaya Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Perkebunan Nusantara VIII.
Dikutip dari Laporan Keuangan Tengah Tahunan KAI per 30 Juni 2025 Unaudited, tercatat bahwa kerugian bersih dari investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama di PT PSBI mencapai Rp 951,48 miliar. Sementara itu, sejak awal tahun 2025 ini, PT KAI telah mengucurkan modal investasi ke PT PSBI mencapai senilai Rp 7,7 triliun. Untuk diketahui, PT KAI sendiri tercatat memiliki saham di PT PSBI senilai 58,53 persen.
Tak hanya sampai pertengahan tahun ini, ternyata PT KAI juga masih mencatat kerugian di PT PSBI mencapai Rp 2,69 triliun. Untuk diketahui, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia atau disingkat PSBI merupakan Joint Venture dari 4 BUMN yaitu PT Wijaya Karya (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Perkebunan Nusantara VIII.
PT PSBI dan BUMN Tiongkok kemudian membentuk badan usaha baru yaitu PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk yang akan melaksanakan proyek penyelenggaraan jasa kereta api cepat untuk trase Jakarta Bandung. Proyek ini murni menggunakan dana BUMN tanpa bantuan APBN sedikitpun.
Di sisi lain, menyoal kerugian yang sedang dialami Whoosh, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyampaikan bakal melakukan evaluasi terkait rencana restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat atau Whoosh rute Jakarta-Bandung.
Hal ini disampaikan Rosan guna merespons rencana Danantara yang akan masuk ke dalam konsorsium Kereta Cepat Jakarta Bandung guna membereskan utang pembangunannya. Ia memastikan, evaluasi yang dilakukan Danantara ini tak lain agar aksi korporasi yang dilakukan bisa tuntas dan tidak hanya menunda masalah saja.
"Kita sedang evaluasi dan kalau kita melakukan aksi korporasi itu tuntas gitu ya. Jadi, bukan hanya sifatnya menunda masalah," kata Rosan kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip Rabu (6/8).
Lebih lanjut, Rosan juga membeberkan pada saatnya nanti Danantara akan mengumumkan kepada publik terkait langkah-langkah yang diambil tersebut. "Nanti pada saatnya kita akan umumkan langkah-langkah kita dalam rangka me-restrukturisasi dari KCIC atau Whoosh ini," lanjutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
