Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 12.10 WIB

Riset Prasasti: ICOR Ekonomi Digital 4,3, Berpotensi Kerek Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen

Prasasti Center for Policy Studies menyampaikan bahwa ekonomi digital berperan penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. (Nurul Fitriana/Jawapos) - Image

Prasasti Center for Policy Studies menyampaikan bahwa ekonomi digital berperan penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. (Nurul Fitriana/Jawapos)

JawaPos.com - Prasasti Center for Policy Studies menyampaikan bahwa ekonomi digital berperan penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sebagaimana yang ditargetkan oleh pemerintah. Bahkan, berdasarkan hasil riset Prasasti, nilai Increamental Capital Output Ratio (ICOR) ekonomi digital ada di angka 4,3.

Untuk diketahui, ICOR adalah salah satu parameter yang menentukan tingkat efisiensi investasi di suatu negara. Adapun nilai ICOR yang ideal di Indonesia diharapkan berada di bawah angka 6.

"Dengan tekanan perlambatan ekonomi global, transisi energi, dan pergeseran rantai pasok, Indonesia membutuhkan mesin pertumbuhan yang lebih efisien. Ekonomi digital menawarkan jawaban konkret," kata Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah dalam acara 'Peluncuran Laporan Riset Ekonomi Digital Indonesia oleh Prasasti Center for Policy Studies' di Jakarta, Selasa (12/8).

Berdasarkan hasil riset Prasasti, ekonomi digital berkontribusi sekitar Rp 1.860 triliun atau 8,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain itu, riset ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 unit nilai tambah dari ekonomi digital akan mendorong peningkatan total output ke seluruh sektor lainnya sebesar 1,89 unit.

Pihaknya menilai, realisasi angka tersebut merefleksikan ketergantungan sektor lain terhadap ekonomi digital. Bahkan, dengan proyeksi kontribusi mencapai USD 220–360 miliar pada 2030 dan dominasi 40 persen dari nilai ekonomi digital ASEAN, ekonomi digital memiliki potensi besar mendorong produktivitas nasional.

"Ekonomi digital tidak hanya menciptakan peluang kerja dan inovasi, tapi juga berperan sebagai enabler untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen," sambungnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Research Director Prasasti Gundy Cahyadi menyampaikan bahwa efisiensi investasi rata-rata 17 sektor ekonomi nasional berada di posisi ICOR 10,6. Itu artinya, kata dia, setiap rupaih investasi di sektor ekonomi digital mampu menghasilkan dua kali lipat output dibandingkan dengan sektor konvensional.

"Semakin rendah ICOR, menunjukkan semakin efisien suatu sektor dalam mengelola investasi yang masuk menjadi output riil di perekonomian. Investasi di infrastruktur digital, pengembangan talenta data, dan cloud service bukan sekadar transformasi sektor, tetapi merupakan strategi industrialisasi nasional yang sangat menentukan daya saing dan masa depan perekonomian Indonesia dua dekade ke depan," ujar Gundy. 

Melalui laporan yang dirilis hari ini, Prasasti memetakan 17 sektor terdigitalisasi menggunakan metodologi OECD-ADB dan menyoroti ekosistem digital terbesar di Indonesia. Dengan studi kasus GoTo, Prasasti telah mengukur dampak nyata digitalisasi terhadap perekonomian.

Berdasarkan temuan Prasasti, ekosistem GoTo berhasil menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp 480,7 triliun pada 2024, menyerap lebih dari 2,03 juta tenaga kerja, serta membantu menurunkan angka kemiskinan hingga 0,45 poin persentase secara nasional.

"ICOR ekosistem digital GoTo tercatat sebesar 2,3 atau sekitar 87 persen lebih efisien dibanding rata-rata ICOR ekonomi digital yang mencapai 4,3," jelas Gundy

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore