Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 01.23 WIB

IP-CEPA Tuntas Dibahas, Indonesia Bidik Peru jadi Hub Produk ke Amerika Latin

ILUSTRASI Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (dok. PTP) - Image

ILUSTRASI Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (dok. PTP)

JawaPos.com - Dokumen Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) telah menunjukkan progres yang menjanjikan. Senin (11/8), pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kerja sama tersebut rampung dibahas, disepakati, kemudian diteken oleh kedua belah pihak dalam waktu yang relatif cepat, yaitu setelah dua negara berunding selama 14 bulan.

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyampaikan, nilai total perdagangan Indonesia–Peru pada 2024 tercatat sebesar USD 480 juta dengan rata-rata pertumbuhan 15,08 persen per tahun selama 2020–2024. Ekspor Indonesia ke Peru mencapai USD 329,4 juta, terdiri dari kendaraan bermotor, alas kaki, minyak kelapa sawit, dan lemari pendingin.

Wamendag menegaskan IP-CEPA menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat hubungan dagang dan investasi dengan Peru. Roro menambahkan, penandatanganan IP-CEPA merupakan tonggak bersejarah yang tidak hanya akan meningkatkan kinerja perdagangan kedua negara, tetapi juga memperkuat hubungan antar masyarakat, mendorong pertukaran budaya dan pengetahuan, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi rakyat Indonesia dan Peru.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga sempat menegaskan bahwa kesepakatan perjanjian tersebut akan membuka akses pasar bagi sejumlah komoditas unggulan yang akan menguntungkan Indonesia. "Perjanjian-perjanjian ini sifatnya bertahap. Artinya, CEPA ini kerangkanya, kemudian nanti bertahap," ujar Budi.

Dia mengatakan, perjanjian tersebut berpotensi membuka peluang peningkatan transaksi dagang kedua negara dari capaian tahun lalu sebesar USD480 juta dan Indonesia mengalami surplus USD181 juta. Budi menjelaskan, kesepakatan ini bersifat bilateral, tapi Peru berpotensi menjadi hub produk Indonesia untuk kawasan Amerika Latin.

Hal itu dimungkinkan karena Indonesia juga telah memiliki perjanjian dagang dengan Chile. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie optimistis bahwa perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia dan Peru (IP CEPA) memberikan banyak manfaat untuk mendongkrak ekspor Indonesia ke wilayah Amerika Latin.

Anindya menyampaikan para pengusaha Indonesia menilai Peru sebagai potensi pasar yang besar. Selama ini Indonesia telah melakukan ekspor untuk produk-produk seperti otomotif, alas kaki, minyak kelapa sawit serta produk pertanian lainnya.

"Dengan CEPA ini harusnya bisa lebih besar lagi dan sangat-sangat bermanfaat bagi usaha kita, perusahaan-perusahaan kita," ujar Anindya.

Anindya juga menyatakan bahwa Peru mengharapkan Indonesia bisa menjadi pusat sertifikasi dan hub industri halal Amerika Latin, khususnya Peru, agar dapat menjangkau pasar Asia. Peru disebut akan mengirimkan berbagai produk untuk bisa mendapat sertifikat halal dan proses sosialisasinya.

"Mereka (Peru, red) menginginkan Indonesia menjadi pusat untuk menyertifikasi produk halal dan mensosialisasikannya," ujarnya.

Selain itu, Kadin melihat adanya peluang yang besar untuk sektor ritel di Peru. Anindya pun mengajak pelaku usaha Indonesia untuk masuk pasar tersebut, sehingga nantinya juga dapat berkembang ke wilayah lainnya di Amerika Latin. Beberapa anggota Kadin, sebut Anindya, telah melakukan investasi di Peru, di antaranya pada sektor pertambangan dan fosfat, yang sedang dalam proses.

"Saya rasa ini suatu hal yang baik. Karena kita bisa menjadi navigator Peru di ASEAN, dan sebaliknya Peru menjadi navigator buat kita di Amerika Latin," tegasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore