
Konsumen menunggu antrian pembelian emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta, Senin (14/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,19 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Sedangkan secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat mengalami inflasi sebesar 1,87 persen dan secara tahun kalender atau year to date (ytd) sebesar 1,38 persen.
"Pada Juni 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 1,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,27," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam rilis BPS di Jakarta, Selasa (1/7).
Dilihat dari kelompok pengeluarannya, inflasi Juni 2025 disumbang oleh makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi tercatat 0,46 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen.
Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah beras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen.
Komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan udara dengan andil sebesar 0,04 persen.
"Kemudian cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen, bawang merah, tomat dan emas perhiasan dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen," jelasnya.
Selain itu, terdapat komoditas yang memiliki andil deflasi pada Juni 2025, yaitu cabai merah dan bawang putih dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen. Lalu, ada bensin yang memiliki andil deflasi sebesar 0,02 persen.
Sementara itu menurut komponenanya, semua komponen mengalami inflasi. Pada Juni 2025, inflasi sebesar 0,19 persen utamanya didorong oleh komponen harga bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen.
"Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen bergejolak adalah beras, cabai rawit, bawang merah dan tomat," beber Pudji.
Sedangkan, pada komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen harga yang diatur pemerintah adalah tarif angkutan udara, bahan bakar rtumah tangga, dan sigaret kretek mesin (SKM).
"Sedangkan komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Di mana komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan," pungkas Pudji.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
