
Pesawat Garuda Indonesia terparkir di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/12/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara secara resmi mengucurkan dana pinjaman ke maskapai pelat merah, Garuda Indonesia senilai Rp 6,6 triliun atau setara USD 405 juta.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan suntikan modal yang diberikan ini menjadi bukti pendekatan baru dalam proses penyehatan atau restrukturisasi dan transformasi BUMN di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
Adapun nantinya, dana ini akan digunakan untuk mendanai kebutuhan maintence, repair and overhaul (MRO), yang merupakan bagian dari total dukungan pendanaan bernilai sekitar USD 1 miliar.
"Danantara Indonesia memberikan dukungan awal berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp6.650.505.000.000 (atau setara dengan USD 405 juta)," kata Dony Oskaria dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Selasa (24/6).
Lebih lanjut, Dony menilai bahwa Garuda Indonesia bukan sekadar entitas bisnis, tetapi merupakan simbol kedaulatan udara dan kebanggaan nasional.
Dia juga memastikan penyaluran dana ini adalah bentuk nyata dari mandat transformasi yang Danantara emban, dengan pendekatan yang profesional, terukur, dan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik.
"Kami bukan sekadar memberikan pendanaan, namun kami hadir sebagai pemegang saham dengan mandat yang jelas dan pendekatan institusional. Melalui Danantara Asset Management, kami akan memastikan proses transformasi berjalan sesuai rencana, dan setiap tahapan akan dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian dan akuntabilitas,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani memastikan bahwa kini perseroan dengan dukungan strategis dari Danantara Indonesia tengah memasuki fase penyehatan yang berfokus pada akselerasi kinerja untuk memperkuat daya saing dan optimalisasi alat produksi.
Melalui dukungan ini, Garuda Indonesia memproyeksikan penguatan kapabilitas operasional melalui optimalisasi bisnis dan kinerja. Sehingga, dapat mengokohkan posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai kelas dunia.
"Kami meyakini bahwa keberhasilan penyehatan kinerja tidak hanya bergantung pada dukungan finansial sematan, namun juga pada komitmen perusahaan yang didukung oleh berbagai pihak untuk menata ulang strategi operasional dan bisnis secara menyeluruh," ungkap Wamildan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
