Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) memberikan kuliah umum di kampus Universitas Hasanuddin Makassar. (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Pengelolaan hutan di Indonesia sampai saat ini masih menghadapi banyak tantangan. Mulai dari persoalan pembalakan liar. Pemanfaatan hutan tidak sesuai aturan. Hingga konflik teritorial atau wilayah kehutanan.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berupaya menyelesaikan persoalan kehutanan tersebut. Diantaranya adalah masalah konflik teritorial. Dia menuturkan akar masalah konflik teritorial kehutanan umumnya karena masalah batas-batas wilayah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Raja mengatakan akan menggunakan teknologi berbasis digital. Raja menilai banyak masalah dalam sektor kehutanan salah satunya dapat diselesaikan dengan digitalisasi. Salah satu contoh perosalan yang dapat diselesaikan dengan digitalisasi yakni konflik teritorial.
"Lebih penting lagi seperti yang diarahkan Pak Prabowo, semua ini akan bisa berjalan baik apabila proses digitalisasi berjalan secara penuh di Kementerian Kehutanan," kata Raja dalam keterangannya Kamis (15/5) malam.
Dia mengatakan, konflik teritorial akan bisa diselesaikan satu persatu dengan pemanfaatan teknologi digital. Khususnya untuk pemetaan dan penetapan batas-batas hutan. Sebelumnya saat memberikan kuliah umum di kampus Universitas Hasanuddin Makassar, Raja menyebut saat ini ada berbagai masalah dalam sektor kehutanan.
Dia menyebut, masalah dalam sektor kehutanan ini dapat diselesaikan dengan cara kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak. Termasuk oleh institusi pendidikan dan akademisi.
"Kita ikuti di media sosial terlihat betapa masalah kehutanan ini sedemikaian kompleksnya. Konflik teritorial terjadi dimanan-mana, masyarakat adat demonstrasi," jelasnya.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengatakan ada dua hal yang bisa dilakukkan. Pertama terkait kewajiban pemerintah dalam hal ini dirinya sebagai Menhut. Sebagai orang yang diberi amanah oleh Presiden Prabowo mengurus tata kelola kehutanan.
Upaya yang kedua yaitu perubahan sosial kultural yang menjadi tanggung jawab institusi pendidikan dan akademisi. Perubahan ini harus bersifat struktural kebijakan.
"Sehingga persolaan di sektor kehutanan dapat kita urai, persoalan seperti benang kusut harus kita urai bersama," tuturnya. Raja menegaskan Kemenhut di bawah kepemimpinannya merupakan kementerian yang terbuka dengan kerjasama dan kolaborasi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
