
Ilustrasi perdagangan emas. (Istimewa)
JawaPos.com–Harga emas global kembali mencatat rekor tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Berdasar data perdagangan terbaru, logam mulia tersebut diperdagangkan berkisar USD 2.350 per troy ounce, mencerminkan tren bullish yang dipicu sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik.
Lonjakan harga ini tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan Tiongkok, serta inflasi global belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sejumlah investor global pun mulai mengalihkan portofolio mereka dari aset berisiko ke instrumen lindung nilai seperti emas. Kondisi tersebut turut berdampak pada pasar domestik.
Di Indonesia, permintaan terhadap emas fisik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Investor semakin sadar akan pentingnya diversifikasi aset, terutama dalam bentuk investasi yang aman, stabil, dan tahan terhadap inflasi.
Salah satu penyedia emas fisik yang mengalami lonjakan penjualan adalah Galeri 24, anak usaha dari PT Pegadaian (Persero). Galeri 24 menawarkan produk emas batangan dengan kadar kemurnian 99,99 persen yang telah tersertifikasi dan diakui secara resmi.
”Kami mencatat lonjakan permintaan lebih dari 30 persen dalam tiga bulan terakhir. Peningkatan terbesar berasal dari konsumen milenial, keluarga muda, dan pekerja kantoran yang mulai serius menyusun perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Jr Profesional Pemasaran Galeri 24 Gantara Edza.
Produk Galeri 24 dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Konsumen juga dapat membeli emas dalam berbagai pecahan, dari 0,5 gram hingga 100 gram, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka.
Analis komoditas memperkirakan harga emas masih akan mengalami kenaikan dalam beberapa bulan ke depan. Selain faktor geopolitik dan inflasi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadikan emas sebagai aset pelindung daya beli yang sangat efektif.
”Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, emas adalah bentuk proteksi finansial paling sederhana dan terbukti kuat sepanjang sejarah,” jelas analis dari Lembaga Riset Komoditas Indonesia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
