
Populix, perusahaan riset berbasis teknologi asal Indonesia, memperoleh dana USD 4,3 juta atau setara dengan Rp 72 miliar. (Istimewa)
JawaPos.com–Populix, perusahaan riset berbasis teknologi asal Indonesia, mengumumkan perolehan senilai USD 4,3 juta atau setara dengan Rp 72 miliar pada penutupan pertama putaran pendanaan Seri B. Pendanaan tersebut dipimpin MSW V Asia Fund X, dengan partisipasi dari investor di pendanaan sebelumnya yaitu Intudo Ventures, Altos Ventures, dan Acrew Capital.
Perolehan ini merupakan sebuah pencapaian, bukan hanya bagi Populix tetapi juga perusahaan rintisan Indonesia. Khususnya di tengah buruknya iklim investasi akibat tech winter beberapa tahun ke belakang, dan anjloknya harga IHSG beberapa waktu yang lalu.
Pendanaan ini menjadi sebuah bentuk pengukuhan posisi Populix di tengah iklim investasi yang sedang tidak menentu.
Dr. Timothy Astandu, Co-Founder dan CEO Populix menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para investor untuk kembali berinvestasi. Melalui pendanaan ini, pihaknya akan memperkuat fundamental bisnis dengan mengembangkan layanan, dan memanfaatkan teknologi untuk berinovasi di masa mendatang.
”Kami berharap dapat mengembangkan sayap ke Asia Tenggara, seiring dengan tingginya kebutuhan dari klien kami saat ini,” tutur Timothy.
Sejak berhasil mendapatkan pendanaan Seri A pada 2022, terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap riset. Tahun lalu, total proyek bertumbuh 2 kali lipat, dengan 65 persen di antaranya berasal dari klien berulang (recurring clients). Populix juga berhasil memperluas cakupan industri, meliputi klien sektor telekomunikasi dan pemerintahan.
Melalui pendanaan Seri B yang diterima, Populix berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melatih model AI guna mengautomasi proses riset agar lebih cepat dan dapat diandalkan. Selain itu, membangun synthetic respondents, persona buatan yang dihasilkan mesin pembelajaran AI (machine learning) untuk meniru respons manusia dan memungkinkan proses pengumpulan data yang lebih cepat.
Founder and General Partner of MSW Ventures Jeffrey Seah, Founder and General Partner of MSW Ventures menjelaskan, dalam satu dekade terakhir, pemahaman mengenai riset pasar secara perlahan bergeser. Dari sekadar analisis kumpulan sampel data primer menjadi real-time intelligence sensing. Menganalisis kumpulan respons audiens secara menyeluruh.
Perubahan ini didorong tiga faktor utama. Mulai dari persepsi privasi yang tergentrifikasi setelah dua dekade dieksploitasi sosial media. Kemudian hadirnya referensi diri berbasis suku dan komunitas, yang meniadakan parameter sampel penelitian bertingkat. Terakhir adalah kehadiran AI dan munculnya audiens sintetis yang diadopsi dari model 5XFAANGs custom audience promulgations.
”Kami menyaksikan bagaimana jaringan data yang luas mendemokratisasi akses pada wawasan berkualitas,” tambah Jeffrey.
Founding Partner Intudo Patrick Yip menambahkan, keikutsertaan Intudo bersama dengan investor tepercaya lainnya dalam putaran Seri B ini menunjukkan keyakinan berkelanjutan terhadap visi dan kemampuan dalam mengeksekusi bisnis mereka. Di tengah tantangan pasar saat ini, Populix terus tumbuh dan membuktikan nilainya melalui wawasan berbasis data yang diandalkan para pelaku bisnis.
Richard Song, Partner, Altos Ventures, melanjutkan, pihaknya berkomitmen untuk bermitra dengan para pemimpin visioner yang menunjukkan mentalitas kepemilikan dan visi yang jelas untuk masa depan. Populix menunjukkan kualitas tersebut dengan memanfaatkan teknologi untuk merevolusi consumer insights di Indonesia.
”Kami sangat antusias untuk mendukung perjalanan mereka dalam memberdayakan bisnis dengan data yang akurat dan real time untuk membuat keputusan yang tepat,” ucap Richard Song.
Venture Advisor Acrew Capital Kerry Whorton Cooper menjelaskan, teknologi Al sudah mengubah data dan wawasan. Seperti yang ditunjukkan loyalitas dari klien-klien. Populix berada pada posisi yang sangat tepat untuk memanfaatkan perubahan lanskap riset, melalui produk inovatif dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan klien.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
