
Chief Executive Officer Rosan Roeslani. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - CEO Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa tiga BUMN karya yang telah merger menjadi Agrinas atau Agro Industri Nasional bakal menerima suntikan modal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Menurut Rosan, nantinya modal yang akan disuntikan kepada Agrinas berasal dari dividen yang diterima. Terlebih Agrinas nantinya akan menjadi bagian Danantara.
"Agrinas akan menjadi bagian dari Danantara. Jadi, (PMN) itu mungkin tidak dari Kementerian Keuangan, tetapi nanti kita lihat dari dividen yang kita terima dari BUMN ini," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/3).
Adapun hal ini sejalan dengan permintaan dari Pemerintah kepada Danantara agar menyelaraskan berbagai program yang menyangkut dengan Agrinas.
"Jadi, kami analisa dan sesuai kriteria kami, pada intinya, kami, Danantara sebagai induk Agrinas, kami diminta menyelaraskan semua kegiatan agar sesuai dengan visi misi pencipta lapangan kerja, dan melihat hal itu sebagai hal yang positif ya,” sambung Rosan.
Kendati demikian, Rosan masih belum menyebut nominal dana yang akan disuntik untuk Agrinas. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan kajian dan mengevaluasi rencana tersebut.
“Kami akan lihat dan evaluasi, kan strukturnya Agrinas ini harus dibuat semakin kuat ya. Nanti kami evaluasi dan koordinasi dengan Agrinas,” jelas Rosan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bakal menyuntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 8 triliun untuk tiga BUMN karya yang telah merger menjadi Agrinas atau Agro Industri Nasional.
"Kami menyiapkan dalam APBN below the line sampai Rp 8 triliun. Di dalam APBN itu ada below the line, yaitu pembiayaan untuk investasi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, dikutip Kamis (20/3).
Sri Mulyani memastikan bahwa alokasi PMN Rp 8 triliun untuk Agrinas sudah disiapkan dalam APBN 2025, sehingga bukan merupakan anggaran baru.
"Alokasi Rp 8 triliun sudah ada di APBN. Jadi, jangan dibuat berita seolah-olah ini angka baru. Hanya waktu itu belum dialokasikan untuk BUMN yang mana," ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga memastikan bahwa pihknya belum mencairkan PMN tersebut kepada Agrinas. Karena, kata dia, prosesnya Kementerian BUMN perlu menyampaikan penjelasan terlebih dahulu kepada DPR RI untuk kemudian Kemenkeu bisa mencairkan PMN tersebut.
"Prosesnya sekarang Agrinas oleh Kementerian BUMN akan membentuk, menyampaikan kepada DPR untuk kemudian proses PMN-nya bisa dilaksanakan," bebernya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
