
President Director PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Thahja Negara bersama tim saat menerima kunjungan Jawa Pos Media, Selasa (4/3). (Istimewa)
JawaPos.com - Penyelenggaraan inklusi keuangan oleh lembaga asuransi telah memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial.
Namun, tingkat pemahaman masyarakat tentang manfaat asuransi jiwa dan kesehatan masih lebih rendah dibandingkan sektor keuangan lainnya, seperti perbankan. Hal ini terlihat dari penetrasi asuransi yang belum merata di berbagai wilayah dengan angka 2,75 persen pada 2023 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
President Director PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Thahja Negara menyoroti tantangan utama yang dihadapi industri asuransi di Indonesia. Menurutnya, perusahaan asuransi secara konsisten harus terus mendidik dan membangun informasi yang benar kepada masyarakat.
"Perusahaan-perusahaan juga harus bekerja lebih baik, memperbaiki proses yang ada agar tidak semakin rumit. Ini penting untuk membangun kepercayaan dan mempermudah literasi," ujarnya saat ditemui JawaPos.com di kantornya, Selasa (4/3).
Agen asuransi, kata Edhi, menjadi salah satu dari enam saluran distribusi yang penting bagi Zurich Indonesia, terutama dalam hal peningkatan literasi asuransi. Di mana pertumbuhan jumlah agen saat ini terus bertumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun.
"Kami juga memposisikan agen sebagai bagian dari upaya literasi asuransi kepada masyarakat," tambah Edhi.
President Director PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Thahja Negara (kiri) menyoroti tantangan utama yang dihadapi industri asuransi di Indonesia. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
Untuk diketahui, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk belum lama ini menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan 7 Most Popular Brands of 2024 dalam kategori Asuransi Umum yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Media. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Zurich Indonesia dalam memberikan proteksi dan layanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Edhi, salah satu kunci kesuksesan Zurich Indonesia adalah budaya kerja yang kuat. Budaya kolaboratif 'togetherness' yang diterapkan merupakan prinsip yang dimiliki perusahaan.
"Di Zurich, kami memiliki nilai yang kami sebut 'Bareng Jadi Lebih' atau togetherness. Ini adalah prinsip yang membangun bisnis kami hari ini. Budaya kolaboratif telah menjadi budaya kami, dan itu yang memungkinkan kami terus bertumbuh meskipun menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.
Setelah meraih penghargaan ini, Edhi berharap Zurich Indonesia dapat terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk media. "Kami berkomitmen untuk terus bekerja keras memberikan edukasi kepada masyarakat," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
