Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Desember 2024 | 06.17 WIB

Apindo Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Bakal Stagnan di Rentang 4,9- 5,2 Persen

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani dalam konferensi pers, Kamis (19/12). (Nurul F/JawaPos.com) - Image

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani dalam konferensi pers, Kamis (19/12). (Nurul F/JawaPos.com)

JawaPos.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tidak akan mengalami lompatan jauh. Karena dinilai akan tetap stagnan pada rentang 4,90 persen hingga 5,20 persen secara tahunan (yoy).

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan hal ini didasarkan pada tekanan eksternal yang masih terjadi. Mulai dari tensi geopolitik, fragmentasi perdagangan global hingga efek dari dinamika di Amerika Serikat (AS) pasca terpilihnya Presiden Donald Trump.

Selain itu, karena berakhirnya era boom commodity (windfall) dari komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan batubara, inflasi global yang mulai terkendali tetapi belum kembali pada posisi normal.

"APINDO memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 belum akan mengalami lompatan jauh, dan akan tetap stagnan berada dalam rentang 4,90 persen hingga 5,20 persen (yoy)," kata Shinta Kamdani dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (19/12).

Disisi lain, jelas Shinta, di level domestik isu utama yang sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun depan adalah pelemahan kelas menengah yang selama ini menjadi penopang konsumsi dalam negeri.

Kemudian, tekanan kenaikan PPN pada barang-barang tertentu hingga potensi layoff atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang tidak diimbangi dengan produktivitas masyarakat.

"Tahun 2024, jumlah penduduk kelas menengah hanya mencakup 47,8 juta orang, menyusut hingga 9,5 juta orang hanya dalam 5 tahun terakhir," jelasnya.

Terlebih, Chief Executive Officer Sintesa Group ini mengatakan pada tahun 2025 tidak adanya booster pertumbuhan seperti pelaksanaan Pemilu dengan timeline yang berulang seperti tahun ini.

Itu sebabnya, tahun 2025 akan menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi tahun depan jika hanya mengandalkan faktor pertumbuhan musiman.

"Menurut Apindo, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 masih akan ditopang oleh konsumsi domestik, diikuti dengan realisasi investasi, dan ekspor komoditas dengan dukungan hilirisasi yang semakin masif," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore