
Peresmian pabrik Indonesia Seamless Tube di Kompleks Krakatau Steel, Cilegon, Banten, pada Rabu (6/11). (Istimewa)
JawaPos.com - Indonesia kini memiliki pabrik pipa baja tanpa sambungan (seamless). Pabrik itu diklaim terbesar dan satu-satunya di Asia Tenggara. Yaitu, Indonesia Seamless Tube (IST). Sebuah pabrikan pipa dari konsorsium (KSO) antara PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global International.
Keberadaan IST sebagai pabrik pipa baja tanpa sambungan (seamless) dalam negeri ini menjawab kebutuhan sektor industri migas dalam negeri yang mencapai kebutuhan 500.000 ton per tahun.
CEO Inerco Global International Hendrik Kawilarang Luntungan menekankan, langkahnya itu adalah upaya nyata dari cita-cita besar industrialisasi nasional. “Kami menginvestasikan sebesar Rp 2,5 triliun untuk mewujudkan pabrik ini hingga beroperasi," ujar Hendrik Kawilarang dalam keterangannya.
Adapun pabrik itu baru saja diresmikan di Kompleks Krakatau Steel, Cilegon, Banten, pada Rabu (6/11).
Menurut Hendrik, investasi Rp 2,5 triliun bukanlah nilai yang kecil. Namun, hal itu adalah bagian dari upaya membangun industrialisasi nasional. "Kami berkomitmen untuk memajukan industri padat karya dan tinggi teknologi,” papar Hendrik.
Hendrik mengklaim, dari data yang dimilikinya IST memiliki kemampuan memproduksi pipa baja seamless dengan maksimal 300.000 ton per tahun. Volume sebesar itu diklaim dapat menyumbang 60 persen kebutuhan pipa seamless di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), IST memiliki bobot ingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 43 persen. Hal itu menunjukkan komitmen terhadap pemenuhan prinsip TKDN di Indonesia.
Lebih jauh Hendrik memaparkan, niat dasarnya membangun pabrik pipa baja seamless terinspirasi konsep pembangunan industri nasional Soemitro Djojohadikoesoemo.
“Saya terinspirasi oleh Pak Cum (Soemitro Djojohadikoesoemo). Beliau dulu punya konsep yang dikenal Soemitro Plan. Saya meletakkan pendirian pabrik ini sebagai manifestasi gagasan Pak Cum”. Tutur Hendrik L. Kawilarang
Hal itu, sambungnya, sejalan dengan Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pabrik IST nantinya menyerap tenaga kerja dan transfer ilmu pengetahuan. Kemudian menjadi pondasi industri nasional. Serta, akan menekan harga produksi dan distribusi migas. Secara otomatis ketahanan energi akan terbentuk.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
