Ilustrasi: Rumah. (Istimewa)
JawaPos.com - Program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto secara resmi akan dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, hari ini, Jumat (1/11).
Selama era pemerintahan Prabowo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menargetkan pembangunan 3 juta rumah per tahun. Terdiri dari 1 juta apartemen/rumah susun di perkotaan dan 2 juta rumah di pedesaan.
Merespons hal itu, Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar menilai bahwa program 3 juta rumah era Prabowo merupakan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia.
Namun, kata Media, keberhasilan program tersebut akan sangat bergantung dengan pemilihan lokasi pembangunan dan fasilitas publik, salah satunya transportasi.
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pemilihan lokasi pembangunan, mempertimbangkan aksesibilitas terhadap lokasi kerja. Fasilitas publik, seperti transportasi, pendidikan, dan kesehatan," kata Media Wahyudi Askar kepada JawaPos.com, belum lama ini.
Salah satu opsi yang bisa diterapkan adalah pembangunan rumah vertikal di perkotaan mirip dengan konsep public housing yang diterapkan di negara lain. Hal ini sekaligus bisa menjadi solusi dari permasalahan ketersediaan tanah di perkotaan.
Selain itu, karena pertimbangan bisa lebih dekat lokasi kerja dan bisa memangkas pengeluaran transportasi. Namun dari sisi pembiayaan, Media mendukung bisa melibatkan swasta dalam pembangunannya.
"Tapi, karena keterbatasan fiskal pemerintah, pembangunan perumahan ini tidak dapat sepenuhnya diandalkan pada dana publik. Jadi, model kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership) masih diperlukan," ujar Media.
"Dalam model ini, pihak swasta bisa berinvestasi dalam pembangunan dan pengelolaan perumahan vertikal, sementara pemerintah memberikan dukungan berupa regulasi dan mungkin juga beberapa insentif," sambungnya.
Selain itu, Ara juga menyarankan dalam pembangunan program 3 juta rumah pemerintah juga bisa menggunakan skema investasi lewat BUMN. Dalam hal ini, BUMN bisa menjual atau menyewakan ke masyarakat bawah dengan insentif, sehingga biaya jual dan sewanya lebih murah.
"Jadi penyewa berkontribusi dalam biaya pembangunan melalui pembayaran sewa yang terjangkau dengan opsi kepemilikan di masa depan," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
