Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juli 2024 | 20.14 WIB

Analisis Ekonomi soal Anggaran Makan Bergizi Gratis Prabowo Jadi Rp 9.000 atau Rp 7.500 per Anak

Sejumlah siswa kelas IX melakukan makan siang gratis di SMPN 2 Curug, Kab. Tangerang, Kamis (29/02/2024). - Image

Sejumlah siswa kelas IX melakukan makan siang gratis di SMPN 2 Curug, Kab. Tangerang, Kamis (29/02/2024).

JawaPos.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto disebut sedang melakukan kajian terkait dana makan bergizi gratis di bawah Rp 15 ribu menjadi Rp 7.500 sampai dengan Rp 9.000 per anak.

Ekonom Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan mengatakan, tim ekonomi Prabowo sudah menyetujui anggaran program tersebut sebesar Rp 71 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Oleh sebab itu, alokasi penggunaannya akan disesuaikan dan dipikirkan untuk lebih banyak menyentuh masyarakat.

"Kemudian tugasnya presiden terpilih ke tim ekonomi itu memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa diturunin lebih hemat dari Rp 15 ribu mungkin ke Rp 9 ribu, atau ke Rp 7.500 per anak?," kata Heriyanto dalam acara Market Outlook 2024 Mandiri Investasi yang dikutip pada Kamis (18/7).

“Beliau mau programnya itu menyentuh sebanyak mungkin rakyat. Yang saya ambil sebagai hal yang penting adalah pemikiran beliau mendorong program di dalam keterbatasan Rp 71 triliun itu,” imbuhnya.

Heriyanto mengatakan, anggaran yang diturunkan itu menjadi solusi alternatif di tengah keterbatasan anggaran. Pasalnya, keterbatasan akan menjadi masalah apabila dana itu didorong mencapai Rp 300 triliun.

"Pemikiran beliau (Prabowo,red) itu adalah mendorong programnya dalam keterbatasan. Keterbatasan di dalam Rp 71 triliun. Tidak kemudian mendorongnya ke Rp 200 triliun atau Rp 300 triliun," kata dia.

Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, anggaran program makan bergizi gratis tetap sesuai dengan yang diajukan dalam RAPBN 2025. “(Anggaran makan bergizi gratis) dalam RAPBN masih sama,” kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta.

Menurut Airlangga, anggaran makan siang gratis bisa saja berubah dan akan disesuaikan dengan alokasi Rp 71 triliun. Bahkan, implementasinya akan cenderung fleksibel. “Nanti implementasi kan punya fleksibilitas,” ujar Airlangga.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore