Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 April 2023 | 02.50 WIB

Banyak Pabrik Gulung Tikar, Sektor Tekstil Butuh Inovasi Regulasi

Suasana di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/11/2021). - Image

Suasana di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/11/2021).

JawaPos.com - Tekstil dan produk turunan tekstil (TPT) menjadi salah satu industri yang terdampak paling besar terhadap kondisi ekonomi global. Ancaman penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menghantui.

Terbaru adalah tidak beroperasinya PT Tuntex Garment Indonesia di Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang mengakibatkan 1.163 karyawannya ter-PHK.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindawardana menyatakan, sektor tekstil memang butuh perubahan masif, baik dari sisi industri maupun regulasi.

Dari sisi industri, penggunaan bahan-bahan baku dan energi yang lebih hemat akan bisa menghasilkan output produk yang harganya lebih kompetitif. Baik di pasar domestik maupun pasar ekspor.

"Inovasi juga harus dilakukan dari sisi regulasi yang lebih baik. Regulasi ini diciptakan oleh pemerintah," ujar Danang.

Menurut dia, industri tekstil memberikan kontribusi signifikan, yakni sekitar 6,33 persen untuk sektor nonmigas secara keseluruhan.

"Tapi, riilnya tekstil mengalami begitu banyak kesulitan," bebernya.

Danang menambahkan, pembahasan secara internal asosiasi tentang kondisi-kondisi terkini terus bergulir.

"Kondisi sekarang ini memang berat sekali. Kami secara berkala terus melaporkannya ke kementerian-kementerian terkait agar bisa mendapatkan kelonggaran tertentu untuk bisa bertahan," ujarnya. (agf/c12/dio)

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore