Presiden Joko Widodo meresmikan Tambak Budidaya Ikan Nila Salin di Karawang, Jawa Barat.
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo meresmikan Tambak Budidaya Ikan Nila Salin milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada hari ini, Rabu (8/5).
“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, pada siang hari ini saya resmikan modeling tambak budidaya ikan salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya di Kabupaten Karawang Jawa Barat,” kata Jokowi dalam acara peresmian di Karawang, Rabu (8/5).
Tambak ini merupakan modeling budidaya ikan nila salin yang merupakan terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang dibangun sejak 2023 dengan lahan seluas 80 hektare.
Jokowi mengatakan, dulunya lahan ini merupakan bagian tambak udang di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa yang terbentang dari Serang hingga Banyuwangi.
Lantaran tak cocok lagi digunakan sebagai tambak udang, puluhan hektar lahan milik pemerintah yang telah lama kosong ini akan dimanfaatkan sebagai tambak ikan nila.
Terlebih, kata Jokowi, ikan nila memiliki pasar dunia yang sangat besar dengan nilai pasar mencapai USD 14,4 miliar.
“Yang akan kita siapkan karena kalau untuk tambak udang sudah enggak mungkin lagi dan yang paling mungkin sekarang ini adalah ikan nila, dipakai untuk tambak ikan nila. Yang memiliki demand pasar dunia yang sangat besar sekali. Tahun 2024 saja USD 14,4 miliar atau sekitar Rp 230-an triliun. Sangat gede sekali,” jelasnya.
Atas hal itu, Jokowi meminta untuk memanfaatkan permintaan dunia yang besar tersebut agar bisa berdampak pada hasil panen yang lebih besar hingga membuka lapangan kerja yang lebih banyak.
Terlebih, ada sekitar 78 ribu hektar lahan yang idle atau terlantar di sepanjang Banten hingga Jawa Timur. Diharapkan, lahan tersebut bisa dibuat menjadi budidaya ikan nila salin setelah modeling di Karawang sudah mencatat kesuksesannya.
“Besarnya permintaan ini harus dimanfaatkan tetapi juga jangan dulu dibuat yang gede. Saya setuju dibuat model, ada modelingnya dulu. Kalau modelingnya udah bener, yang diinfokan ke saya biasanya 1 hektar 0,6 ton per hektar menjadi 80-an ton per hektar ini bisa mengangkut membuka lapangan kerja yang sangat besar sekali,” pungkasnya.