
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing Agung Masayu di Jakarta, Selasa (24/10/2023).
JawaPos.com - Pelemahan rupiah beberapa waktu terakhir mengundang kekhawatiran kalangan pelaku usaha. Mengingat, masih cukup banyak pelaku usaha dalam negeri yang mengandalkan bahan baku impor. Penguatan USD menjadi kerugian tersendiri lantaran bisa dipastikan harga bahan baku yang diimpor naik.
Salah satu sektor usaha yang mengkhawatirkan dampak pelemahan rupiah adalah industri makanan dan minuman. Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman, pelemahan rupiah bisa berdampak pada biaya produksi. ”Di satu sisi, kami masih menahan harga di level konsumen untuk tidak naik. Perusahaan tentunya terpaksa menelan dampak terhadap margin profit yang stagnan, cenderung melemah,” ujar Adhi.
Hal tersebut, lanjut dia, tidak hanya mengancam industri skala besar, tetapi juga kecil. ”Bagi industri kecil yang rentan, tentunya mereka akan mengalami kesulitan. Mereka akan rugi,” kata Adhi. Para pelaku usaha pun disebut tengah mencari alternatif bahan baku lain yang lebih murah dan melakukan efisiensi dalam proses produksi.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar bahan baku industri makanan dan minuman di Indonesia masih impor. Misalnya, tepung terigu 100 persen, susu dan turunannya 80 persen, gula industri untuk menengah ke atas 100 persen, kedelai 70 persen, serta bahan pangan tambahan 60 persen.
Berdasar kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia (Jisdor BI) mencatat nilai tukar rupiah per Jumat (5/4) berada di level Rp 15.873 per USD. ”Di pagi harinya dibuka pada level (bid) Rp 15.890 per USD,” jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.
Bahkan, mata uang Garuda sempat tertekan mendekati level Rp 16 ribu pada Selasa (2/4). Tepatnya Rp 15.934 per USD. Meski demikian, Bank Indonesia meyakini rupiah akan menguat. Sejalan dengan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. (agf/han/c14/fal)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
