Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Maret 2024 | 01.30 WIB

Soal BLT Rp 600 Ribu Tak Kunjung Disalurkan, Menko Airlangga: Cair Sebelum Lebaran, Nunggu Sidang Isbat Dulu

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. - Image

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) Mitigasi Risiko Pangan senilai Rp 600 ribu yang tak kunjung cair hingga awal Maret 2023. Padahal, BLT yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu direncanakan bakal cair pada bulan Februari 2024 kemarin.
 
Namun, Airlangga memastikan, BLT akan cair pada semester ini, tepatnya sebelum lebaran Idul Fitri. "Terkait dengan mitigasi risiko pangan akan dilakukan di semester ini," kata Menko Airlangga dalam Media Briedfing di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (8/3).
 
Meski begitu, Airlangga tidak bisa memastikan kapan pencairan BLT tersebut akan dilakukan. Bahkan, ia juga tidak menjelaskan lebih detail terkait alasan mundurnya penyaluran BLT ini kepada sekitar 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
 
"Jadi (cair sebelum lebaran). Nunggu sidang isbat dulu," pungkasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, pemerintah secara resmi mengumumkan akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 200 ribu kepada 18,8 juta orang selama tiga bulan. Bantuan tersebut akan disalurkan mulai Januari hingga Maret 2024.
 
Bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat ini sebagai bagian dari mitigasi risiko pangan menggantikan BLT El Nino yang diberikan akhir tahun kemarin. Sebelum pencairan dilakukan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan dana sebesar Rp 11,25 triliun untuk penyaluran program BLT tersebut.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, dana yang dikeluarkan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Adapun nantinya, penyaluran BLT tersebut bakal disalurkan kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
 
"Sebagian besar kan sudah ada di APBN, tapi ini kan memang ada beberapa perubahan-perubahan yang mungkin sifatnya merespons kondisi yang ada di masyarakat dan global. Nah ini tentunya kita akan carikan," kata Febrio kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Rabu (31/1).
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore