
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (kiri) bersama Ketua Bidang Literasi dan Pelindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/2)
JawaPos.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan pendapatan asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 219,70 triliun sepanjang 2023 atau turun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp224,09 triliun.
"Secara umum terjadi penurunan sebesar 2 persen dibandingkan dengan capaian periode 2022. Penurunan total pendapatan secara umum disebabkan karena adanya penurunan pada komponen pendapatan premi yang tercatat negatif 7,1 persen," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Namun demikian, apabila dilihat dari perhitungan secara weighted, pendapatan premi asuransi jiwa masih tercatat bertumbuh 1,1 persen jika dibandingkan dengan premi weighted pada 2022.
Hingga akhir 2023, total pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebanyak Rp177,66 triliun. Sementara komponen total pendapatan lainnya yaitu hasil investasi mencatatkan angka yang positif sebesar Rp32,03 triliun di 2023, dengan peningkatan sebesar 46,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Membaiknya iklim investasi dan penempatan investasi yang tepat oleh perusahaan asuransi jiwa menjadi pendorong utama atas pertumbuhan hasil investasi ini," kata Budi.
Selanjutnya, jika dilihat dari total pendapatan premi berdasarkan produk, Budi menyampaikan bahwa penurunan pendapatan premi utamanya dipengaruhi oleh turunnya premi dari produk asuransi jiwa unit link.
Untuk 2023 berdasarkan produk yang dipasarkan, jelas Budi, total pendapatan premi asuransi jiwa didominasi oleh produk asuransi jiwa tradisional dengan kontribusi 52 persen terhadap total pendapatan premi.
Sepanjang 2023, pendapatan premi dari produk asuransi jiwa tradisional tercatat konsisten meningkat 14,1 persen jika dibandingkan dengan 2022, menjadi Rp92,33 triliun. Adapun pendapatan premi dari produk asuransi jiwa unit link tercatat sebesar Rp85,33 triliun.
Meskipun tercatat adanya penurunan jika dibandingkan dengan kinerja 2022, Budi mengatakan bahwa di sepanjang 2023 produk asuransi jiwa unit link masih menunjukkan adanya pertumbuhan.
"Kami yakin, dengan semakin sempurnanya penyesuaian produk asuransi unit link yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI, maka akan semakin meningkat juga minat masyarakat terhadap produk tersebut khususnya kalangan masyarakat yang membutuhkan fitur proteksi sekaligus investasi," kata dia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
