Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2023 | 17.46 WIB

Neraca Dagang, Penganggur Didominasi Sarjana, dan Kasus WanaArtha Life

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Top 3 berita ekonomi sepanjang pekan ini dimulai dari pengumuman hasil neraca dagang Indonesia yang tercatat surplus selama 32 bulan berturut-turut. Per Desember 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia tembus USD 3,89 miliar.

Lalu, diikuti dengan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menyebut pengangguran di Indonesia didominasi lulusan SMA hingga sarjana. Terakhir, berita soal pembentukan tim likuidasi WanaArtha Life yang dikritisi para nasabah atau pemegang polis (pp).

Lebih lengkap, berikut ini tiga berita ekonomi teratas alias Top 3 ekonomi selama sepekan terakhir.

1. Neraca Dagang Surplus, Per Desember 2022 Tembus USD 3,89 Miliar

Neraca perdagangan barang kembali mencatat surplus selama 32 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Per Desember 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia tembus USD 3,89 miliar.

"Neraca perdagangan Indonesia sampai Desember 2022 surplus selama 32 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Kepala BPS Pusat Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/1).

Margo menjelaskan, surplus neraca perdagangan ditopang oleh perkembangan ekspor yang tercatat sebesar USD 23,83 miliar dan impor mencapai USD 19,94 miliar.

Margo menyebut, surplus neraca dagang pada Desember 2022 ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas sebesar USD 5,61 miliar dengan komoditas penyumbang terbesar, yaitu bahan bakar mineral (HS 27), Lemak dan Minyak Hewan/Nabatii (HS 15), serta Besi dan Baja (HS 72).

Sedangkan untuk komoditas migas tercatat defisit USD 1,73 miliar. Komoditas penyumbang defisitnya adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Sementara itu, secara kumulatif alias sepanjang tahun 2022 dari Januari-Desember 2022 neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar USD 54,46 miliar dan tumbuh sebesar 53,76 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.

2. Angka Pengangguran Didominasi Lulusan SMA hingga Sarjana

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan ironi ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari angka pengangguran yang didominasi lulusan SMA hingga sarjana. Selain itu, dari sisi wilayahnya lebih banyak di kota namun kemiskinan lebih tinggi di desa.

Pernyataan ini disampaikan Menaker dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat. "Karakteristik tingkat pengangguran di Indonesia cenderung pada usia muda berpendidikan SMP, SMA, Diploma dan S1. Ironi bapak ibu sekalian, kalau kita lihat profil ketenagakerjaan kita yang bekerja itu tingkat pendidikannya SMP ke bawah. Sementara yang nganggur justru didominasi oleh saudara-saudara kita yang tingkat pendidikannya lebih baik SMA, SMK, Diploma dan Sarjana," kata Ida Fauziyah di Sentul, Selasa (17/1).

3. Bukan Tim Likuidasi, Ini yang Ditolak Aliansi Korban WanaArtha Life

Ketua Konsorsium Aliansi Korban Wanaartha Johanes Buntoro menegaskan bahwa para pemegang polis tidak menolak pembubaran dan dibentuknya tim likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanartha (WAL) alias WanaArtha Life. Hanya, para korban menolak orang-orang yang telah ditunjuk para Pemegang Saham Pengendali (PSP) karena diklaim sebagai buron interpol.

"Kami tegaskan kami tidak menolak pembubaran, kami juga tidak menolak tim likuidasi yang kami persoalkan satu. Orang yang ditunjuk pemegang saham pengendali," tegas Johanes Buntoro dalam konferensi pers di eks Kantor Pusat WanaArtha, Jakarta Selatan, Jumat (20/1).

Mewakili para korban, Johanes sangat menyayangkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang justru menyepakati putusan para buronan. Ia menyebut, para korban justru khawatir hak-haknya akan dipersulit hingga dimungkinkan menghilangkan barang bukti.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal Tim Likuidasi (TL) PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life (PT WAL) yang sudah dicabut izin usahanya pada 5 Desember 2022 lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti proses pembubaran badan usaha dan pembentukan tim likuidasi Wanaartha Life pasca pencabutan izin usaha.

"OJK telah menerima dokumen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan secara sirkuler dan ditandatangani oleh seluruh Pemegang Saham, dimana dalam RUPS tersebut telah memutuskan pembubaran perusahaan dan pembentukan TL sebelum batas waktu 30 hari sejak tanggal pencabutan izin usaha," kata Ogi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/1).

Ogi menjelaskan, dasar hukum penyelenggaraan RUPS Sirkuler oleh Pemegang Saham tersebut adalah Pasal 91 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) serta Pasal 10 ayat (5) Anggaran Dasar PT WAL.

Selanjutnya, OJK melakukan penelaahan dokumen dan melakukan proses verifikasi terhadap calon TL yang sudah ditunjuk oleh RUPS dan disampaikan oleh Direksi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. "Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, hanya 2 orang calon TL yang memenuhi syarat dari 3 orang calon TL yang diajukan," jelasnya.

Dalam keputusan tersebut, Tim Likuidasi Wanaartha Life yang terbentuk diketuai oleh Harvardy M. Iqbal dengan anggota dari tim likuidasi adalah Sherly Anita Metanfanuan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore