
Harga beras di Purworejo mengalami kenaikan dua kali dalam seminggu. / sumber : Radar Purworejo
JawaPos.com - Pengamat pertanian yang juga pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori menilai sebaiknya Harga Eceran Tertinggi (HET) beras dihapuskan saja. Adapun gantinya, pemerintah bisa menetapkan harga langit-langit atau ceiling price.
Hal ini disampaikan guna merespons persoalan HET yang membuat para produsen beras ritel modern beralih mengucurkan pasokannya ke pasar tradisional karena dinilai lebih menguntungkan. "Sejak diberlakukan September 2017, saya tak setuju dengan HET beras. Makanya, sebaiknya dihapuskan," kata Khudori kepada JawaPos.com, ditulis Selasa (13/2).
Di sisi lain, dia juga menilai dilematis terkait keputusan pemerintah yang enggan mengubah HET dalam waktu dekat. Adapun perubahan HET baru akan dilakukan pada saat panen raya beras, yakni Maret mendatang.
Pasalnya, Khudori menilai jika HET diubah saat ini akan membuat harga beras makin meroket tinggi. Bahkan, hal tersebut akan membuat Pemerintah semakin repot jika tidak bisa mengintervensi dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dimiliki.
"Kalau diubah saat ini, harga akan melejit. Jika naik tinggi dan pemerintah tak bisa mengintervensi dg stok yg ada, bisa berabe," jelas Khudori.
"Dilematis memang. HET perlu penyesuaian agar pedagang dan penggilingan bisa jualan di modern market dan tak merugi. Tapi, kalau HET disesuaikan saat ini harga berpotensi melejit tinggi," imbuhnya.
Lebih lanjut, Khudori menyarankan kepada pemerintah untuk mengganti HET dengan harga langit-langit seperti di masa orde baru. Menurutnya, dengan harga tersebut, HET ala orde baru bisa tidak mengikat publik.
Sedangkan saat ini, kata dia, HET cenderung mengikat publik padahal jika pada masa Orde Baru harga tersebut hanya mengikat pemerintah.
"Karena hanya mengikat pemerintah, harga langit-langit tak pernah diumumkan ke publik. Cukup pemerintah yang tahu dan masuk kantong. Jika harga di pasar melebihi harga langit-langit, pemerintah bisa intervensi lewat BULOG," tandasnya.
Sebelumnya, meski ada permintaan relaksasi HET dari produsen beras ritel modern, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food memastikan bahwa HET beras premium tidak akan diubah dalam waktu dekat. Rencananya, HET beras premium baru akan didiskusikan ulang pada saat RI memasuki panen raya, yakni Maret mendatang.
"Setelah panen raya kita duduk lagi. Kenapa? karena kalau sekarang (HET diubah) enggak tepat. Apa-apa yang diambil keputusannya dalam kondisi tidak seimbang, karena (stok beras) ini banyak impornya sekarang," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat ditemui di Kantor Food Station PT Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, kemarin.
Dia juga menjelaskan, alasan HET beras premium tidak bisa diubah dalam waktu-waktu. Menurutnya, permasalahan yang dialami saat ini bukan perihal market price atau harga di konsumen, tetapi ada di production cost atau biaya produksi.
Sehingga, kata Arief, di tengah permasalahan itu HET yang diubah tidak akan menjadi solusi. Justru jika hal itu dilakukan, bahal berdampak ke persoalan lainnya.
"Sekarang masalahnya HET itu dari production cost, bukan dari market price. Kalau sekarang saya tanya, fokusnya di HET-nya atau di produksinya? Kalau produksinya, harus kita benerin jangan HET-nya yang diubah, karena impact-nya nanti kemana-mana," jelas Arief.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
