Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 April 2026 | 01.55 WIB

Harga Minyakita Belum Sesuai HET, Bapanas Ungkap Penyebabnya

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim bahwa harga Minyakita sudah turun mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah daerah.

Berdasarkan catatan Bapanas, harga minyakita pasca bulan Ramadhan terhitung selama periode 21 Maret - 18 April 2026 tercatat sudah turun mendekati HET menjadi sebesar Rp 16.824 per liter, dari sebelumnya mencapai Rp 16.866 per liter.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan, saat ini harga Minyakita justru sudah mulai turun. Dari selisih antara HET dan harga jual sebesar 7,43 persen menjadi 7,16 persen.

"Sebenarnya bukan naik, sudah mulai turun kalau Minyakita ya. Dari Rp 17 ribu ke Rp 16 ribu,” ujar Ketut saat ditemui usai Media Briefing di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Ketut menyebut, sebelumnya harga Minyakita sempat berada di kisaran Rp 17 ribu per liter. Namun kini rata-rata sudah turun menjadi sekitar Rp 16 ribu per liter.

Bahkan, kata dia, di beberapa wilayah, harga sudah kembali sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Menurut dia, salah satu faktor yang sempat mendorong kenaikan harga ialah penyerapan Domestic Market Obligation (DMO) yang saat ini lebih banyak dialokasikan untuk bantuan pangan.

"Tentu memang sekarang ini kan serapan DMO itu dominan ke bantuan pangan," jelasnya,

Selain itu, kata Ketut, rantai distribusi yang terlalu panjang juga membuat harga di tingkat konsumen menjadi lebih mahal. Ketut menjelaskan, idealnya distribusi dilakukan langsung dari produsen ke pengecer.

Namun yang terjadi di lapangan masih ditemukan adanya perantara tambahan atau jalur pemasaran di luar skema utama, sehingga harga jual menjadi lebih tinggi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore