Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Oktober 2022 | 17.55 WIB

Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Tembus Rp 24 T Tahun 2022

Ilustrasi PT Mandiri Tunas Finance (MTF) memberikan sejumlah program dalam Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas). - Image

Ilustrasi PT Mandiri Tunas Finance (MTF) memberikan sejumlah program dalam Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas).

JawaPos.com - Pemerintah telah mengakhiri stimulus pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) di sektor otomotif per akhir September 2022 lalu. Perusahaan pembiayaan telah menyiapkan strategi untuk menggenjot pertumbuhan penyaluran pembiayaan mobil baru. Mengingat, industri otomotif saat ini tengah bangkit.

Selama pandemi Covid-19, kondisi perekonomian sedang terpuruk. Pemerintah memberikan stimulus PPnBM untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Beberapa waktu lalu suplai kendaraan otomotif juga rendah. Akibat kelangkaan komponen chip.

Nah sekarang, kondisi sudah berangsur-angsur pulih. Produksi komponen chip sudah mulai membaik. Distribusi barang sudah mulai normal. “Jadi kalau kami lihat itu sebagai langkah kebangkitan otomotif,” Corporate Secretary Division Head Mandiri Tunas Finance (MTF) Arif Reza Fahlepi saat ditemui JawaPos.com di kantornya, Rabu (12/10).

Menurut dia, daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan sudah mulai meningkat. Terlihat saat gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada 11-21 Agustus 2022 lalu. Animo masyarakat yang membeli mobil luar biasa. Jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) pada GIIAS 2022 mencapai 15.637 unit.

Tak dipungkiri, pandemi membuat model dan teknologi otomotif berkembang pesat. Lebih canggih dengan segala fitur kendaraan saat ini. “Dari situ, multifinance tinggal bermain di pelayanan. Kalau suku bunga pasti kompetitif. Kalau dibilang mahal, nggak juga,” terangnya.

Pembatasan mobilitas membuat pelayanan secara langsung menjadi nilai tambah. Melalui keramahan serta kecepatan merespons minat dan kebutuhan masyarakat. Begitu juga hubungan dengan dealer harus dijalin harmonis. Sehingga bisa menjadi skala prioritas mereka.

“Karena dealer dan multifinance merupakan rantai bisnis yang harus menyatu. Tidak bisa dipisahkan. Harus kolaborasi. Makanya di 2023 kita masih optimistis melihat perkembangan otomotif. Apalagi ada kendaraan listrik,” jelasnya.

Meski demikian, Reza mengakui situasi perekonomian masih diselimuti awan gelap. Lantaran inflasi yang melejit akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan berakhirnya stimulus PPnBM pasti ada fase wait and see.

“Ya memang PPnBM memang sangat membantu. Baik untuk konsumen, perusahaan pembiayaan, maupun dealer,” imbuhnya.

MTF tentu menyiapkan strategi untuk mengantisipasi itu. Sejumlah program disiapkan untuk meringankan dan memberikan solusi bagi para debitur. Pihaknya juga akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

Terutama, pada segmen menengah dan mobil LCGC. Dua segmen tersebut merupakan komposisi terbesar dalam penyaluran pembiayaan MTF. Dengan plafon berkisar Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.

“Kami kuatkan di pelayanan. Memberikan kesan dan pengalaman layanan yang ramah, cepat, dan nyaman. Itu yang menjadi nilai tambah kami,” tandas Reza.

Per September 2022, MTF mencatatkan pembiayaan baru menembus Rp 20 triliun. Leasing anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk itu mematok penyaluran pembiayaan baru tahun ini menembus Rp 24 triliun. Artinya, diharapkan naik sekitar 17 persen secara tahunan ketimbang capaian sepanjang 2021 senilai Rp 20,5 triliun.

“Pembiayaan kami naik cukup baik sepanjang kuartal III/2022 ini. Pengaruh dari berakhirnya insentif PPnBM masih belum kelihatan. Mudah-mudahan kondisinya tidak membawa dampak signifikan buat rata-rata pembiayaan kami di periode ini,” ucap Direktur Sales & Distribusi MTF William Francis.

William optimistis peluang positif datang dari munculnya merek mobil-mobil baru dengan harga Rp 500 juta ke bawah. Kelas tersebut laris-manis diincar konsumen.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore