Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2024 | 00.50 WIB

Pemkab Kediri Beberkan Alasan Puluhan Produk UMKM Tidak Bisa Dijual di Bandara Dhoho

Hanya sekitar 70 produk mamin saja yang lolos proses dikurasi dan bisa dijual di Bandara Internasional Dhoho Kediri. - Image

Hanya sekitar 70 produk mamin saja yang lolos proses dikurasi dan bisa dijual di Bandara Internasional Dhoho Kediri.

JawaPos.com - Pemkab Kediri memanfaatkan operasional Bandara Internasioal Dhoho sebagai kesempatan meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM setempat. Sayangnya, sebelum bandara yang dibangun Gudang Garam, terdapat puluhan jenis produk UMKM yang tidak layak dikomersialkan di Bandara Dhoho.

Jawa Pos Radar Kediri melaporkan bahwa Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) bersama PT Angkasa Pura 1 baru menuntaskan kurasi ratusan produk UMKM. Hasilnya, hanya separo saja yang lolos. Sisanya dinyatakan tidak bisa dijual di stan Bandara Dhoho Kediri.

"Saat ini kami terus menyiapkan produk yang yang akan dijual di bandara," kata Kepala Diskopusmik Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di Ruang Joyoboyo Pemkab Kediri pada Selasa (23/1).

Sesuai rencana, Bandara Dhoho Kediri menyediakan tiga stan untuk produk UMKM lokal. Ketiga stan itu disiapkan untuk produk UMKM dari total 13 daerah Mataraman.

Untuk menentukan produk yang layak dijual di Bandara Dhoho, Diskopusmik melakukan kurasi produk bersama dengan PT Angkasa Pura 1. Total, ada 140 produk yang dikurasi. Semua itu terdiri atas makanan dan minuman (mamin), craft atau kerajinan tangan, serta produk olahan kopi.

"Untuk produk mamin dan olahan kopi hanya diisi dari produk Kabupaten Kediri. Kalau untuk craft diisi UMKM dari 13 daerah Mataraman," lanjutnya.

Dari hasil kurasi, ternyata hanya ada sekitar 70 produk mamin yang bisa dijual di bandara. Indikator tidak lolosnya produk UMKM Kediri tersebut, kata Mamiek karena kemasan yang kurang memadai.

Selain itu, di kemasan tidak tertera tanggal kedaluwarsa, daftar kandungan produk, dan masih banyak persyaratan lain yang masih belum dipenuhi. "Tapi kami memberi tenggat waktu agar mereka bisa memperbaiki," tuturnya.

Selain produk mamin, kemarin juga sudah dipilih 10 produk kopi yang akan dijual di Bandara Dhoho. Meski demikian, Mamiek menuturkan jumlahnya bisa berubah saat nanti bandara beroperasi.

Sedangkan untuk craft, Mamiek masih belum mengetahui dengan detail jumlah produk yang akan dijual. Menurut dia, hingga kemarin proses kurasi masih terus berlangsung.

"Untuk craft kurasi baru dilakukan kemarin. Jadi masih perlu waktu," papar Mamiek sembari menyebutkan bahwa craft yang berbentuk tajam dilarang dijual di bandara.

Mamek menegaskan bahwa para pelaku UMKM mendapatkan tempat istimewa di Bandara Dhoho Kediri. Hal ini dikarenakan stan UMKM akan dibebaskan dari biaya sewa di enam bulan pertama operasional. Berbeda dengan stan lain pada umumnya yang harus membayar sewa sejak awal.

Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan bahwa kurasi dilakukan karena produk yang dijual di bandara harus memiliki kualitas bagus supaya pengunjung tertarik untuk membeli produk. "Sekarang disiapkan agar saat bandara beroperasi nanti benar-benar sudah siap," tandas Sukadi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore