
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyimak rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/21). Rapat ini membahas terkait rencana initial public offering (IPO) dan rights issue sejumlah BUMN. FO
JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan penambahan anggaran BUMN tahun 2023 sebesar Rp 79,7 miliar. Hal ini diusulkan untuk dapat mendukung pencapaian target kinerja pada 2023.
Ia menilai, pagu indikatif yang diberikan untuk Kementerian BUMN relatif kecil dibandingkan kementerian yang lain, yaitu Rp 232 miliar. Maka dari itu, diharapkan pagu indikatif bisa ditambah menjadi Rp 311 miliar. "Bila tidak keberatan, kami menginginkan agar anggaran BUMM bisa terjaga di atas Rp 311 miliar," ujar dia dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6).
Lebih rinci, pagu Indikatif Kementerian BUMN tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp 232 miliar. Angka itu berasal dari program dukungan manajemen senilai Rp 162 miliar serta program pengembangan dan pengawasan BUMN sebesar Rp 69 miliar.
Adapun, pagu indikatif yang diusulkan ditambah Rp 79,7 miliar itu akan digunakan untuk peningkatan Kapabilitas Executive Talent Management sebesar Rp 1,4 miliar. Ini termasuk peningkatan Kapabilitas Portal HC terkait dengan Recruiting & Onboarding, Talent Assessment, Talent Mobility dan Career Planning BUMN.
Lalu, Penguatan Sistem Informasi Rp 38,3 miliar untuk peningkatan Kapasitas Aplikasi, Pembentukan PMO dan Portofolio Management tools dan Peningkatan IT Service Management. Selanjutnya adalah Renovasi Gedung serta kebutuhan operasional lainnya sebesar Rp 25 miliar untuk perbaikan Chiller, Recycle Water, Parkir System, Renov Ruang kerja, Penggantian Rooftank dan sebagainya.
Keempat, Pembangunan PLTS sebesar Rp 6 miliar Sesuai Arahan Presiden untuk mengurangi Efek Rumah Kaca dan Permen ESDM Nomor 16 Tahun 2019. Kemudian, Implementasi Big Data Infrastructure sebesar Rp 3 miliar untuk mengembangkan advanced data analytic (visualisasi, tabular, chart, pivot data), (expand) Data Lake, data ingestion, streaming data ingestion.
Terakhir adalah biaya lain-lain sebesar Rp 6 miliar untuk peningkatan program TJSL, Benchmark SDG’s, Perbaikan tata kelola BUMN, Monitoring PSN.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
