Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juni 2022 | 22.50 WIB

Menteri BUMN Minta Tambahan Anggaran Kementerian 2023 Jadi Rp 311 M

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyimak rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/21). Rapat ini membahas terkait rencana initial public offering (IPO) dan rights issue sejumlah BUMN. FO - Image

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyimak rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/21). Rapat ini membahas terkait rencana initial public offering (IPO) dan rights issue sejumlah BUMN. FO

JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan penambahan anggaran BUMN tahun 2023 sebesar Rp 79,7 miliar. Hal ini diusulkan untuk dapat mendukung pencapaian target kinerja pada 2023.

Ia menilai, pagu indikatif yang diberikan untuk Kementerian BUMN relatif kecil dibandingkan kementerian yang lain, yaitu Rp 232 miliar. Maka dari itu, diharapkan pagu indikatif bisa ditambah menjadi Rp 311 miliar. "Bila tidak keberatan, kami menginginkan agar anggaran BUMM bisa terjaga di atas Rp 311 miliar," ujar dia dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6).

Lebih rinci, pagu Indikatif Kementerian BUMN tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp 232 miliar. Angka itu berasal dari program dukungan manajemen senilai Rp 162 miliar serta program pengembangan dan pengawasan BUMN sebesar Rp 69 miliar.

Adapun, pagu indikatif yang diusulkan ditambah Rp 79,7 miliar itu akan digunakan untuk peningkatan Kapabilitas Executive Talent Management sebesar Rp 1,4 miliar. Ini termasuk peningkatan Kapabilitas Portal HC terkait dengan Recruiting & Onboarding, Talent Assessment, Talent Mobility dan Career Planning BUMN.

Lalu, Penguatan Sistem Informasi Rp 38,3 miliar untuk peningkatan Kapasitas Aplikasi, Pembentukan PMO dan Portofolio Management tools dan Peningkatan IT Service Management. Selanjutnya adalah Renovasi Gedung serta kebutuhan operasional lainnya sebesar Rp 25 miliar untuk perbaikan Chiller, Recycle Water, Parkir System, Renov Ruang kerja, Penggantian Rooftank dan sebagainya.

Keempat, Pembangunan PLTS sebesar Rp 6 miliar Sesuai Arahan Presiden untuk mengurangi Efek Rumah Kaca dan Permen ESDM Nomor 16 Tahun 2019. Kemudian, Implementasi Big Data Infrastructure sebesar Rp 3 miliar untuk mengembangkan advanced data analytic (visualisasi, tabular, chart, pivot data), (expand) Data Lake, data ingestion, streaming data ingestion.

Terakhir adalah biaya lain-lain sebesar Rp 6 miliar untuk peningkatan program TJSL, Benchmark SDG’s, Perbaikan tata kelola BUMN, Monitoring PSN.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore