
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus
JawaPos.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menuturkan, kinerja neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 mencatatkan rekor tertinggi, yakni surplus USD 7,56 miliar. Angka tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada Oktober 2021 yang sebesar USD 5,74 miliar.
Ini juga merupakan surplus ke-24 atau dua tahun secara beruntun yang dibukukan neraca perdagangan domestik. Surplus pada periode ini didorong oleh negara mitra dagang Indonesia.
"Nilai surplus neraca perdagangan tertinggi sepanjang sejarah ialah pada Oktober 2021 yang pada waktu itu sebesar USD 5,74 miliar. Jadi, surplus kita cukup tinggi dan ini beruntun selama 24 bulan," ujar dia dalam telekonferensi pers dikutip, Rabu (18/5).
Adapun, nilai ekspor pada April 2022 tercatat sebesar USD 27,32 miliar atau naik 3,11 persen month to month (mtm) dan secara tahunan naik 47,76 persen year on year (yoy). Sementara nilai impor tercatat USD 19,76 miliar atau turun 10,01 persen mtm, namun secara tahunan masih naik 21,97 persen yoy.
Disampaikan bahwa negara penyumbang surplus terbesar pada periode ini adalah Amerika Serikat (AS), India dan Filipina. Untuk AS surplus USD 1,6 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah sektor pakaian dan aksesorinya atau rajutan dan alas kaki.
Lalu, surplus neraca dagang terbesar kedua adalah India, yakni USD 1,5 miliar dengan komoditas penyumbangnya berupa bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati. Kemudian disusul Filipina dengan surplus USD 977,9 juta yang penyebab surplusnya berasal dari bahan bakar mineral, serta kendaraan dan bagiannya.
Sementara itu dari sisi defisit neraca perdagangan, terdapat sejumlah negara, yaknj Argentina, Australia dan Thailand. Untuk Argentina defisit USD 320,2 juta yang disebabkan impor serealia, ampas dan sisa industri makanan.
Lalu, Australia mengalami defisit USD 283,5 juta dengan penyebab utamanya adalah impor bahan bakar mineral dan serealia. Defisit terbesar ketiga disusul oleh Thailand yang sebesar USD 217,9 juta dengan penyebab utamanya adalah impor plastik dan barang dari plastik, serta gula dan kembang gula.
Alhasil, secara kumulatif untuk neraca perdagangan Indonesia pada Januari-April 2022 mengalami surplus USD 16,89 miliar. Kondisi ini merupakan yang terbaik dalam lima kurun waktu terakhir.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
