
Yustinus Soeroso (kiri) Pendiri Rosalia Indah (YouTube PerpalZ TV)
JawaPos.com – Perusahaan Otobus (PO) Rosalia Indah tengah melambung di atas angin sosial media. Bukan soal puja puji kualitas kendaraan, melainkan banjir kritikan lantaran keluhan salah satu penumpang baru-baru ini.
Salah satu penumpang dengan akun X @Widino, mengungkapkan bahwa dirinya kehilangan iPad yang tersimpan di tasnya, saat dalam perjalanan Wonosobo–Purwokerto–Jakarta, beberapa hari lalu.
Parahnya, pelaku mengakali aksinya dengan mengisi tas korban dengan buku Yellow Pages dan keramik, serta resleting yang dalam kondisi rekat seperti diberi lem.
Speak up yang dilakukan @Widino pun langsung menggegerkan jagat sosial media. Bahkan, karenanya, mendadak banyak akun yang turut buka suara dan mengaku bahwa mereka pernah menjadi korban pencurian di PO yang sama.
Sontak saja, PO Rosalia Indah menjadi sasaran empuk warganet. Bahkan, namanya menduduki jajaran trending di sejumlah platfrom media sosial.
Lantas, seperti apa sebenarnya Perusahaan Otobus Rosalia Indah? Banyak yang memuji karena kualitas yang bagus, namun rusak reputasinya karena aksi pencurian ini terungkap.
Dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group) dari kanal YouTube PerpalZ TV, Kamis (21/12), PO Rosalia Indah ternyata bukanlah perusahaan yang langsung berjaya besar saat kemunculan pertamanya pada 1991 silam.
Bahkan, PO yang kini memiliki 216 unit bus regular dan 24 unit Double Decker tersebut, justru didirikan oleh seorang mantan kondektur bus bernama Yustinus Soeroso, anak seorang buruh tani di pelosok desa.
Soeroso yang memulai karirnya sebagai kondektur bus, kemudian mengepakkan sayap perjalannya dengan bergabung bersama agen bus Timbul Jaya di Wonogiri, Jawa Tengah. Di sanalah, ia belajar dengan sang bos tentang bagaimana mengelola bus dan penumpangnya.
Bersama sang istri, Soeroso tak lelah terus belajar tentang armada dan segala tetek bengeknya. Hingga kemudian, keduanya memutuskan untuk berani membangun bisnis sendiri yang dinamainya Rosalia Indah.
Nama Rosalia Indah, kata Soeroso, diambil dari nama anak pertamanya yakni Ana Rosalia.
Mulanya, Rosalia Indah hanya memiliki satu armada jenis Colt Diesel pada tahun 1983. Kemudian berkembang menjadi usata travel dengan rute Jogja – Surabaya, Jogja – Blitar/Malang dan terus menambah rute-rute baru seiring berjalannya waktu.
Sampailah pada 1991, di mana akhirnya ia dan istri secara resmi mendirikan PO Rosalia Indah yang sudah berbadan hukum. Seterusnya senantiasa memberikan pelayanan terbaik, PO Rosalia Indah menjadi besar dan mampu bersaing dengan perusahaan serupa lainnya di tanah air.
PO Rosalia Indah memiliki berbagai layanan dan fasilitas yang bagus dan mampu dijangkau berbagai kalangan. Mulai dari Executive, Super Top, hingga First Class Double Decker. Bahkan, mereka juga menyediakan pramugari dan pramugara di setiap bus.
Keapikan PO Rosalia Indah dalam menjamu penumpang, membuatnya menyabet penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai pemilik armada bus tingkat Antar Kota Antar Propinsi Terbanyak Pelayanan Pramugara-Pramugari di Indonesia.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
