Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Januari 2022 | 02.55 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Menteri Erick Pastikan Batu Bara untuk PLN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ketersediaan pasokan listrik yang disalurkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero jadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, operasional sektor industri dalam negeri bergantung pada supply listrik yang diberikan oleh PLN.

"Karena itu Bapak Presiden (Joko Widodo) meminta PLN dan perusahaan batu bara harus memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Kenapa? Ekonomi kita lagi tumbuh, dan listrik ini adalah komponen besar bagi pembangkitan industri dan ekonomi. Kalau sampai mati ini jadi bahaya," tegas Erick terkait dengan larangan ekspor Batu Bara sepanjang bulan Januari 2022 di Jakarta, Jumat (7/1)

Erick mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara produsen batu bara ketiga terbesar di dunia. Karenanya, di tahun ini, Erick akan memberikan fokus lebihnya kepada PT PLN (Persero) agar tidak lagi terjadi krisis batu bara, sehingga bisa memenuhi kebutuhan listrik nasional.

“PLN tahun ini, menjadi salah satu fokus BUMN untuk bertransformasi agar lebih efisien dan adaptif dengan segala situasi. Sehingga maksimal melayani masyarakat dan bisa mengamankan kebutuhan listrik nasional,” ujar Erick.

Erick menekankan tak ingin kejadian seperti krisis energi yang dialami oleh PLN terjadi lagi. Mantan Presiden Inter Milan ini merasa aneh jika Indonesia harus mengalami krisis batu bara padahal memiliki sumber daya mineral yang begitu melimpah.

"Indonesia ini negara yang memproduksi batu bara, kalau terjadi krisis kan aneh, ada yang salah. Hongkong dan beberapa negara yang tidak banyak batu bara saja mereka tidak krisis," tegasnya.

Erick menghadirkan solusi agar pasokan batu bara PLN aman secara berkelanjutan. Solusi tersebut adalah merestrukturisasi direksi PLN, dengan mengganti Direktur Energi Primer PLN Rudy Hendra Prastowo ke Hertanto Prabowo, meninjau ulang anak perusahaan PT PLN Batu Bara, serta membuat subholding Power Plant atau Pembangkit.

"Kalau kita sebagai negara yang punya sumber daya alam besar tidak punya rencana, apalagi tidak menjaga untuk tidak terjadi krisis, ini adalah kesalahan besar," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore