Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 September 2021 | 21.37 WIB

OJK Pantau Perkembangan Global Meski Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Ilustrasi kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - Image

Ilustrasi kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang, meskipun stabilitas sistem keuangan Indonesia masih terjaga, namun perkembangan global juga masih perlu dicermati. Sebab, gejolak global juga dapat turut mempengaruhi kondisi ekonomi RI.

“terutama tren peningkatan inflasi akibat penyebaran varian Delta, pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat dari estimasi awal, serta dampak pengetatan regulasi di Tiongkok,” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Kamis (30/09).

OJK menilai, stabilitas sistem keuangan masih terjaga tercermin dari perbaikan fungsi intermediasi domestik di tengah pemulihan perekonomian nasional yang terus berjalan. “Hal ini didukung dengan mulai terkendalinya pandemi diikuti peningkatan aktivitas perekonomian nasional,” imbuhnya.

Secara domestik, indikator-indikator sektor riil terpantau mulai menunjukkan indikasi perbaikan seiring melandainya kasus baru Covid-19 dan menurunnya positivity rate di tengah akselerasi program vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan.

Sementara itu, sektor eksternal masih melanjutkan kinerja yang baik pada Agustus 2021, sehingga mendorong perbaikan keseimbangan eksternal dan peningkatan cadangan devisa.

Namun sayangnya, ditengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik cenderung bergerak melemah sejalan dengan pelemahan pasar keuangan global. Hingga 24 September 2021, IHSG tercatat melemah sebesar 0,1 persen (month to date/mtd) ke level 6.145. Meskipun, aliran dana nonresiden masih tercatat mengalir masuk sebesar Rp 5,4 triliun mtd.

Pasar Surat Berharga Negara (SBN) secara mtd juga terpantau melemah dengan rerata yield SBN naik 5,6 bps di seluruh tenor. “Support perbankan terhadap pembiayaan utang pemerintah tercatat masih berlanjut dengan net inflow ke SBN tercatat tumbuh sebesar Rp 119,1 triliun tahun ini (year to date/ytd),” imbuhnya.

Sementara di sektor perbankan, kredit pada bulan Agustus 2021 tercatat tumbuh sebesar 1,16 persen yoy atau 1,91 persen ytd. Secara sektoral, kredit sektor rumah tangga mencatatkan kenaikan terbesar secara mtm sebesar Rp 4,8 triliun. Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 8,81 persem (year on year/yoy) atau 5,91 persen ytd.

“Perbankan tercatat akomodatif dalam penyaluran kredit untuk mendukung produk dan komoditas berorientasi ekspor yang tumbuh sebesar 4.92 persen ytd, sehingga turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore